Detik-Detik Rekonstruksi Perampokan Toko Baju Karangpandan Karanganyar : Palu Patah, Laci Cuma Isi Buku, Pasangan Pelaku Dihujani Sorakan Warga

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Siang itu, Jumat (2/10/2026), area depan toko pakaian Rumah Matahari Ayu di Jalan Lawu, Karangpandan, tak seperti biasanya. Puluhan warga menyemut di balik garis polisi, menahan geram menyaksikan 27 adegan pra-rekonstruksi aksi penganiayaan dan percobaan perampokan brutal yang sempat mengguncang wilayah Karanganyar pertengahan September lalu.

Dua tersangka, MES (23) asal Sukoharjo dan kekasihnya LDU (24) asal Ngawi, diperagakan kembali melakoni aksi nekat mereka. Berbaju tahanan, keduanya memeragakan ulang detik-detik saat mereka masuk ke toko, menyerang korban N (24), hingga akhirnya kabur konyol tanpa membawa sepeser uang pun.

Motif Ekonomi Spontan dari Tawangmangu

Aksi nekat sejoli ini ternyata lahir dari impitan ekonomi yang menghimpit. Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, mengungkapkan niat jahat itu muncul secara spontan di tengah perjalanan mereka dari arah kawasan wisata Tawangmangu. Berbekal palu, obeng, dan pisau yang sudah disiapkan, keduanya membidik toko pakaian tempat korban bekerja.

Namun, eksekusi aksi mereka terbilang sangat sadis sekaligus amat ceroboh.

Pada Rabu malam (16/9/2026) lalu, MES secara membabi buta memukul kepala bagian belakang korban menggunakan palu sebanyak tiga kali hingga gagang palu tersebut patah. Tak berhenti di situ, MES menusuk belakang telinga korban dengan pisau hingga bilahnya melengkung. Sementara sang kekasih, LDU, ikut menganiaya korban menggunakan obeng.

Gagal Total: Laci Kasir Cuma Berisi Buku

Di balik kebrutalan serangan tersebut, nasib apes justru menimpa kedua pelaku. Setelah melumpuhkan penjaga toko, LDU bergegas menggeledah laci kasir dengan harapan mengeruk uang tunai. Namun, bukannya lembaran uang, laci yang dibukanya hanya berisi tumpukan buku catatan.

Di saat yang sama, korban N yang bersimbah darah tiba-tiba terbangun dan berteriak histeris meminta pertolongan. Panik melihat korbannya masih berdaya dan menyadari usahanya gigit jari, sejoli ini memilih melangkah seribu, meninggalkan barang bukti dan ceceran darah di area kasir serta ruang ganti.

Isak Tangis Keluarga dan Sorakan Jengkel Warga

Suasana pra-rekonstruksi sempat diwarnai keharuan dan ketegangan. Ayah korban yang hadir menyaksikan reka ulang tak kuasa menahan kesedihan hingga pingsan sebelum kegiatan dimulai, sebelum akhirnya dengan sigap ditangani oleh petugas di lapangan.

Sementara itu, warga sekitar yang memadati lokasi tak mampu menyembunyikan kejengkelannya. Begitu 27 adegan selesai diperagakan dan kedua tersangka digiring kembali ke dalam mobil tahanan, sorakan riuh serta cemoohan warga langsung menggema di sepanjang Jalan Lawu.

Korban Pulih, Berkas Segera Pelimpahan

Meski sempat mengalami luka robek dan memar berat akibat sabetan senjata tajam dan pukulan benda tumpul, AKP Wikan memastikan kondisi kesehatan N kini sudah jauh membaik. Korban bahkan sudah kembali beraktivitas dan bekerja seperti biasa.

Pelarian kedua pelaku ke Sidoarjo, Jawa Timur, pun terhenti pada Rabu (30/9/2026) lalu setelah Tim Satreskrim Polres Karanganyar meringkus mereka di sebuah rumah kos. Dengan tuntasnya pra-rekonstruksi ini, penyidik bakal segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri, sementara garis polisi di toko pakaian tersebut akan segera dilepas agar pemilik dapat kembali beroperasi. ( bre )