Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Karanganyar: Generasi Muda Didorong Adaptif dan Berdampak Nyata

​FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Karanganyar mendorong generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan adaptif di tengah pesatnya perkembangan zaman.

​Pesan tersebut ditegaskan dalam momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 yang digelar di halaman Kantor Bupati Karanganyar pada Kamis malam (13/8/2026). Rangkaian acara yang diisi dengan tradisi Renungan dan Ulang Janji ini menjadi ajang evaluasi sekaligus pembaharuan komitmen dalam membentuk karakter penerus bangsa.

​Tantangan Modern dan Pembentukan Karakter

​Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar, Kurniadi Maulato, menyatakan bahwa pesatnya arus modernisasi menuntut generasi muda memiliki kelincahan (agility) serta jiwa kepemimpinan yang kokoh.

​”Kami menaruh harapan besar agar generasi muda memiliki karakter berbangsa yang baik, disiplin tinggi, rasa tanggung jawab, serta kemandirian yang hebat,” ujar Kurniadi di sela-sela acara.

​Ia menekankan bahwa penanaman nilai-nilai kepramukaan bukanlah proses yang instan, melainkan pembiasaan berkelanjutan melalui program pembinaan terstruktur.

​”Nilai adaptif ditanamkan agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan situasi modern, disempurnakan dengan rasa rela berkorban dan cinta tanah air untuk memupuk jiwa patriotisme,” imbuhnya.

​Ukuran Keberhasilan Pramuka Adalah Aksi Nyata

​Sementara itu, Bupati Karanganyar selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Pramuka Karanganyar, Rober Christanto, menegaskan bahwa esensi utama dari Gerakan Pramuka terletak pada kontribusi nyata di tengah masyarakat.

​”Indikator keberhasilan kader Pramuka diukur dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat, bukan sekadar seragam, pangkat, atau hafalan Tri Satya dan Dasadharma,” tegas Rober saat memimpin upacara.

​Rober pun mengajak seluruh anggota Pramuka di Kabupaten Karanganyar untuk terus mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari guna menjawab tantangan mental maupun moral generasi masa kini.

​”Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan!” seru Rober membakar semangat para peserta upacara yang hadir. ( gw/bre)