Harga Plastik Melambung hingga 70 Persen di Boyolali 

Fokus Jateng -BOYOLALI,-Harga produk plastik kemasan hingga toples di sejumlah daerah melonjak drastis. Harga bahan baku yang dekat dengan kebutuhan masyarakat ini terus merangkak naik sejak pertengahan Maret hingga saat ini. termasuk di Boyolali, Jawa Tengah. Kenaikan harga ini diduga dipengaruhi kenaikan bahan baku di pasar global, seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

DI Pasar Sunggingan Boyolali, Para pedagang menyebut lonjakan harga terjadi secara bertahap sejak pekan kedua Maret dan kini semakin tidak terkendali. Hampir seluruh jenis plastik, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga usaha kuliner, mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencapai hingga 70 persen.

“Mulai naik itu Maret minggu kedua. Semua turunan plastik (naik harganya), kisaran 30-70 persen,” kata Yanti salah satu pedagang. Minggu 5 April 2026.

Ia mengaku tak tau pasti penyebab lonjakan harga tersebut. Namun ia sempat mendengar kondisi ini dipicu oleh keterbatasan bahan baku yang sebagian besar masih bergantung pada impor.

“Kenaikan harga ini sangat terasa. Karena hampir setiap hari harganya berganti,” imbuhnya.

Senada Hasan pedagang yang lain, menyebut  plastik bening menjadi jenis yang paling terdampak dengan kenaikan harga tertinggi dibandingkan jenis lainnya.

“Semua plastik kemasan warna bening itu naiknya memang paling tinggi, entah itu PP, HD, PE,” katanya.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku plastik saat ini cukup signifikan. Jika sebelumnya plastik kemasan ukuran 1 kilogram seharga Rp6.800 per pak kini naik menjadi Rp11.000. Sementara plastik bungkus yang sebelumnya dijual Rp28.000 naik menjadi Rp46.000 per lima pak.

“Harga cup plastik dari  Rp8.500 naik menjadi Rp14.000 per pak. Kalau cup jumbo dari Rp13.000 menjadi Rp21.000 per pak,” ujarnya.

Para pedagang mengaku pelanggan masih membeli plastik, namun untuk menghindari risiko kerugian akibat harga yang terus berubah, mereka membeli dalam jumlah terbatas. ( yull/**)