FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Kabut tipis menyelimuti lereng Bukit Mongkrang pada Jumat pagi (30/1/2026). Di tengah suasana tegang operasi pencarian Yazid, seorang pendaki yang dilaporkan hilang, muncul sosok yang memberikan suntikan moril luar biasa bagi tim gabungan. Ia adalah Wakil Bupati Karanganyar, Ade Eliana.
Bukan sekadar memantau dari balik meja, Ade Eliana memilih turun langsung ke lapangan. Mengenakan kemeja lapangan hijau camouflage dan topi pet, ia melebur bersama puluhan relawan dari BPBD, Basarnas, TNI, hingga potensi relawan lokal.
Rendah Hati di Depan Pejuang Kemanusiaan
Momen haru terekam saat apel pagi sebelum tim berpencar melakukan penyisiran. Di hadapan para relawan yang sudah berhari-hari berjibaku dengan cuaca ekstrem, Ade Eliana menyampaikan pesan yang menyentuh hati.
“Saya hadir di sini, tentu saya merasa kecil dibandingkan jenengan (anda) semua. Saya tidak ada apa-apanya dibanding semangat pengabdian rekan-rekan relawan,” ucapnya dengan suara rendah namun penuh penekanan.
Ade menambahkan bahwa kehadirannya adalah bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kerja keras tim di lapangan. Ia berharap momentum hari Jumat yang penuh berkah dapat membuahkan hasil manis bagi keselamatan Yazid.
Menapaki Jalur Terjal
Setelah memberikan pengarahan, Ade Eliana tidak langsung pulang. Didampingi jajaran terkait, ia turut menapaki jalur pendakian Bukit Mongkrang yang dikenal memiliki medan tanah liat yang licin dan tanjakan yang menguras stamina.
Di sepanjang jalur, Ade tampak berdiskusi intens dengan koordinator lapangan dari Basarnas dan BPBD. Sesekali, ia berhenti untuk menyapa relawan yang sedang beristirahat di pos bayangan, memastikan kebutuhan logistik dan kesehatan mereka tercukupi.
Harapan untuk Yazid
Operasi SAR ini memang menjadi perhatian publik Karanganyar. Yazid, sang survivor, diharapkan dapat segera ditemukan di detik-detik krusial pencarian ini.
“Mudah-mudahan di detik-detik terakhir pencarian kita, Allah SWT memberikan kemudahan agar Mas Yazid segera ditemukan dengan selamat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” pungkas Ade sebelum melanjutkan penyisiran.
Kehadiran Ade Eliana di jalur Mongkrang seolah mengirimkan pesan kuat: bahwa di Karanganyar, kemanusiaan selalu berdiri di atas segalanya, dan seorang pemimpin tidak akan membiarkan warganya berjuang sendirian di tengah dinginnya hutan Lawu. ( bre )
