Fokus Jateng-BOYOLALI,- Sebagian pedagang di Pasar Karanggede mulai bersiap menempati kios – kios di pasar darurat yang terletak di tanah kas Desa Kebonan seluas 11.346 meter persegi. Pasca kebakaran pada awal November tahun 2024 lalu, mereka masih berdagang di halaman depan pasar yang terbakar. Untuk itu, pemerintah daerah mencari solusi untuk relokasi ke tempat.
Joko, salah satu pedagang mengaku, sudah mulai memindahkan sejumlah dagangan ke kios yang baru. “Sudah siap pindah, mulai kemarin kami sudah bersih-bersih dan memindahkan sejumlah barang. Karena memang sudah dihimbau untuk pindah,” katanya. Dia pun berharap, bisa kembali berjualan dan beraktivitas seperti sediakala. “Semoga jualannya bisa tetap laris, dan kami pedagang-pedagang bisa beraktivitas dengan lancar disini,” katanya.
Diketahui Pasar darurat Karanggede sudah siap digunakan sepenuhnya, sambil menunggu pembangunan pasar utama. Rencananya mulai Sabtu 17 Januari besok, pedagang sudah bisa langsung berjualan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali, Purnawan Raharjo, mengungkapkan, proses pemindahan akan diresmikan oleh Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana.
“Terkait penempatan pedagang pasar Karanggede, Rencananya tahun ini bulan Januari akan menempati di pasar darurat,” jelas Purnawan, Jumat 16 Januari 2016.
Diakuinya, sebagian pedagang sudah mulai memindahkan barang dagangannya. Proses pemindahan dilakukan sejak awal bulan Januari ini.
Nantinya, di pasar darurat Karanggede akan memiliki beberapa fasilitas. Diantaranya 110 kios pedagang, 640 los, serta sarana prasarana pendukung berupa fasilitas sanitasi MCK (Mandi, Cuci, Kakus), dan area parkir.
Di lokasi tersebut juga disiapkan fasilitas pendukung. yakni sarana air bersih, serta jaringan kelistrikan, untuk mendukung kelancaran proses jual beli. Namun, dia mengatakan fasilitas masih dalam kondisi terbatas.
“Ini sudah mulai berproses (pindah) awal bulan kemarin. Kita sudah memberikan surat kepada UPT, untuk bisa segera menempati mulai tanggal 1 kemarin, sampai pertengahan bulan. Kiranya sudah sebagian besar menempati disana (pasar darurat),” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui proyek pembangunan pasar darurat Karanggede menelan anggaran sebesar Rp 3,1 miliar. Yang dilaksanakan selama 100 hari kerja, mulai 8 September hingga 16 Desember 2025. Pembangunan pasar darurat itu untuk menggantikan sementara pasar Karanggede yang sempat terbakar, dan direncanakan dibangun ulang pada tahun 2026. ( yull/**)
