Fokus Jateng-BOYOLALI,-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali mengangkut sedikitnya 10 ton sampah sisa perayaan puncak Hari Desa Nasional (HDN) berlangsung di lapangan Des Butuh, Kecamatan Mojosongo, pada Kamis 15 Januari kemarin. Jumlah sampah tersebut naik signifikan dibandingkan rata-rata sampah harian milik warga sekitar.
“Ada sekitar 10 ton lebih sampah ditimbulkan usai perayaan HDN itu,” kata Kepala DLH Kabupaten Boyolali, Suraji, Jumat 16 Januari 2026.
Ia memastikan seluruh tim kebersihan dikerahkan untuk mengangkut sampah di sejumlah titik. Para petugas kebersihan itu langsung bekerja setelah perayaan HDN tersebut.
“Ada 60 personel gabungan dari DLH, relawan kebersihan, serta pengelola TPS3R Desa Butuh, mereka langsung bergerak membersihkan jalanan di kawasan Indrokilo,” katanya.
Sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan, akan langsung dipilah sebelum masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Winong.
“Sebelumnya juga ada tim kebersihan dari Kementrian. Saya salut dengan tim kebersihan tersebut, karena mereka kesini ditugaskan dalam rangka memastikan sampah sudah dikelola dengan baik,” katanya.
Sampah didominasi oleh kotak makanan, kardus, botol minuman, plastik, serta sebagian kecil sisan makanan. Menurutnya, sebagian besar sampah memiliki nilai, dan laku dijual. “Setelah ditampung, sampah akan dipilih oleh petugas di lokasi terpisah. Salah satunya di TPS3R Desa Butuh,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi lokasi utama venue terbilang cukup bersih. Namun di sekitar gapura masuk Kebun Raya Indrokilo banyak sampah berserakan.
Suraji menambahkan, sebagian petugas kebersihan jalan juga dialihkan untuk membantu membersihkan lokasi acara venue puncak Hari Desa Nasional.
Diketahui, Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) di Desa Butuh Kecamatan Mojosongo menjadi saksi sejarah baru bagi Boyolali, yakni sebagai lokasi tempat berkumpulnya puluhan ribu orang dari seluruh nusantara untuk menghadiri Puncak Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026 pada Kamis 15 Januari kemarin.
Berbagai stan pameran produk unggulan desa dari penjuru tanah air juga terlihat masih lengkap dengan produk-produk unggulannya. Tari Topeng Ireng yang dibawakan oleh Duta Seni Pelajar Boyolali.
Puncak acara HDN 2026 tersebut dihadiri oleh para Menteri diantaranya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso. (yull/**)
