FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Kabupaten Karanganyar kini tengah bersolek menjadi destinasi investasi yang kian diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional. Terletak strategis di kaki Gunung Lawu, wilayah yang dijuluki “Bumi Intanpari” ini baru saja menerima kunjungan penting dari Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pada Rabu (14/1/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar ini, bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Ada misi besar yang dibawa: menjajaki peluang investasi masif di sektor industri dan pertanian yang melibatkan calon investor asal China dan Hong Kong.
Perpaduan Geografis: Keunggulan di Lereng Lawu
Secara geografis, Karanganyar memiliki posisi yang sangat unik dan menguntungkan. Di satu sisi, bagian timur wilayah ini merupakan dataran tinggi lereng Gunung Lawu yang subur dan sejuk—sangat potensial untuk sektor hortikultura dan pariwisata. Di sisi lain, bagian barat dan selatannya merupakan dataran rendah yang terhubung langsung dengan akses jalan tol Solo-Kertosono, menjadikannya koridor industri yang sangat efisien.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa karakteristik wilayah ini adalah modal utama. “Kami menawarkan lokasi yang strategis, ketersediaan tenaga kerja kompeten, serta dukungan infrastruktur yang mumpuni. Komitmen kami jelas: memberikan kemudahan perizinan dan kepastian berusaha bagi siapa saja yang ingin membangun Karanganyar,” ujarnya di hadapan rombongan Kemenko Perekonomian.
Tekstil dan Otomotif Jadi Primadona
Dalam dialog tersebut terungkap bahwa sektor industri tekstil dan otomotif menjadi daya tarik utama bagi para investor. Perusahaan asal Xiamen, China, dikabarkan telah berencana mengirimkan tim teknis untuk meninjau lahan seluas 54 hingga 80 hektare di Karanganyar guna pembangunan pabrik baru.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Dr. Ir. Ali Murtopo Simbolon, menyebutkan bahwa Karanganyar terpilih setelah pihaknya meninjau beberapa lokasi lain seperti Subang dan Semarang. Hal ini menunjukkan bahwa Karanganyar memiliki daya saing yang kompetitif di mata pemerintah pusat.
Transfer Ilmu: Pekerja Lokal Siap “Go International”
Salah satu poin menarik dari rencana investasi ini adalah skema pengembangan SDM. Tenaga kerja asal Karanganyar tidak hanya akan menjadi buruh, tetapi diproyeksikan menjadi tenaga ahli.
-
Pelatihan Intensif: Pekerja akan dilatih selama 6 hingga 12 bulan.
-
Magang ke China: Sebagian tenaga kerja akan dikirim langsung ke China untuk mendalami teknologi terbaru.
-
Karier Jelas: Sekembalinya ke tanah air, mereka diproyeksikan menduduki posisi supervisor.
Harapan Baru Lapangan Kerja
Selain industri besar, sektor hortikultura juga tetap menjadi perhatian, mengingat kekayaan tanah Karanganyar yang sangat subur. Kehadiran investasi ini diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan menggerakkan roda ekonomi daerah pasca-pandemi dan di tengah tantangan ekonomi global 2026.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar pun berjanji akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan iklim investasi tetap kondusif, termasuk dalam hal pengawasan tenaga kerja asing sesuai peraturan yang berlaku.
Dengan perpaduan alam yang indah, letak geografis yang strategis, dan kebijakan yang pro-investasi, Karanganyar siap melompat lebih tinggi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. ( rls/bre )
