Damkar Boyolali Evakuasi 3 Sarang Tawon Vespa Affinis

Fokus Jateng-BOYOLALI,-Aktivitas warga membersihkan dan merenovasi plafon sebuah Masjid di Dukuh Madoh Rt 03/08 Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, mendadak berubah heboh setelah warga menemukan sarang tawon Vespa Affinis berukuran besar tersembunyi di balik plafon Masjid.

Temuan sarang tawon itu langsung memicu respons cepat dari Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Boyolali.

“Memang ada 3 laporan beruntun. Ya begitu laporan itu masuk langsung ditindaklanjuti karena sarang tawon jenis ini dikenal agresif dan berbahaya,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali, Sriyono. Kamis 15 Januari 2026.

Kejadian pertama, papar Sriyono, pagi itu Rabu 14 Januari, warga sedang bergotongroyong membersihkan masjid karena akan dilakukan renovasi plafon, saat palfon sudah di turunkan terlihat sarang tawon berada di bawah kubah masjid, karena takut berbahaya warga segera melapor ke Damkar.

“Saat ini situasi sudah aman, sarang tawon itu sudah dievakuasi pada malam harinya,” katanya.

Setelah berhasil mengevakuasi sarang tawon di atap masjid, tim evakuasi lalu bergeser ke lokasi lain, yakni Perum Griya Pacific, Randusari. Operasi penyelamatan itu dilakukan pada malam hari di tengah hujan demi mencegah serangan serangga beracun yang sudah sempat melukai warga.

Peristiwa bermula saat Mohamad Ichsan pada Rabu sore hari berniat membersihkan talang air belakang rumahnya, saat sudah berada diatas rumah ia dikejutkan adanya sarang tawon menempel di bawah talang tersebut, karena takut ia kemudian melapor ke Damkar Boyolali.

Usai mengevakuasi tawon itu, petugas Damkar kembali bergerak ke lokasi ketiga. Operasi tangkap tawon  dilakukan pada malam hari ini dipicu laporan warga bernama Aby Sunaryo, warga Perum Alam Sari, Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak.

Dijelaskan, bahwa pelapor sekaligus pemilik rumah sudah beberapa hari terganggu karena ada beberapa ekor tawon beterbangan didalam rumah, setelah ditelusuri ternyata ada sarang tawon dibagian atap rumah, karena takut ia segera melapor ke Damkar.

Menurut Supriyono proses evakuasi sarang tawon memang sengaja dilakukan pada malam hari. Hal itu bertujuan untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan. “Karena siang akan banyak orang yang melihat dan itu berbahaya bagi mereka,” katanya. ( yull/**)