Fokus Jateng-BOYOLALI,- Kementerian Agama Kabupaten Boyolali menyalurkan sejumlah bantuan dari rehabilitasi rumah, bantuan pendidikan hingga bantuan kepada kaum duafa. Total bantuan yang diserahkan mencapai ratusan juta rupiah.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali Muhammad Miftah usai gelaran upacara memperingati Hari Amal Bhakti ke-80, di Halaman MAN 1 Boyolali, Sabtu 3 Januari 2026.
Ia menjelaskan saat ini banyak guru-guru RA yang masih berstatus honorer. Untuk itu, pada momen peringatan Hari Amal Bhakti ke-80, Kementerian Agama Kabupaten Boyolali ingin sedikit memberikan bantuan kepada mereka, diantaranya berupa renovasi rumah tidak layak huni kepada 5 orang penerima manfaat sebesar Rp. 50 juta, bantuan pendidikan pada siswa madrasah swasta sebesar Rp. 150 juta, bantuan pada GTT/ PTT sebesar Rp. 80 juta hingga bantuan pada kaum dhuafa sebanyak 500 orang penerima manfaat.
“Hari ini dalam rangka hari amal bhakti ke -80 kemenag, kita membantu umat membantu rakyat. Kita memberikan bedah rumah sejumlah lima orang yang mudah mudahan bisa membantu untuk memperbaiki rumah mereka, selain itu kami membantu siswa sebanyak 430 siswa terkait kebutuhan sekolah mereka. Dan kaum dhuafa yang cukup banyak sekitar 500 orang kita bantu,” paparnya.
Menurut Muhammad Miftah, sesuai amanat Menteri Agama agar kemenag terlibat dalam upaya memajukan ekonomi umat. Sebelumnya kemenag Boyolali juga menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Sumatera senilai Rp. 160 juta.
“Semoga ini bisa meringankan mereka, sehingga kita benar benar hadir ditengah tengah masyarakat,” imbuhnya.
Ia menambahkan sebagai puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, akan digelar pemecahan Rekor Muri menari bersama yang diikuti 4.444 peserta di Lapangan Simo, Boyolali pada Selasa 6 Januari mendatang.
Sementara, upacara peringatan Hari Amal Bhakti ke -80, diikuti ratusan pegawai Kemenag Boyolali mulai dari penyuluh agama, guru madrasah, hingga Kepala KUA di Boyolali. (yull/**)
