FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Keheningan malam di Perum Grand Permata, Ginung, Gajahan, Kecamatan Colomadu, mendadak berubah menjadi kepanikan. Seekor ular sanca kembang (Malayopython reticulatus) berukuran jumbo ditemukan menyelinap ke area pemukiman warga pada Jumat dini hari.
Ular dengan panjang lebih dari 3 meter tersebut pertama kali terlihat melata di gang perumahan sekitar pukul 00.20 WIB. Kehadirannya sontak memicu kekhawatiran, mengingat kawasan tersebut merupakan area perumahan yang cukup padat penduduk.
Bersembunyi di Bawah Mobil
Menurut keterangan saksi mata, ular tersebut sempat terlihat melintasi jalan sebelum akhirnya memutuskan untuk bersembunyi di area parkiran mobil milik salah satu warga. Khawatir keselamatan terancam, warga segera menghubungi tim penyelamat untuk meminta bantuan.
Merespons laporan tersebut, tim rescue dari EXALOS Indonesia Regional Solo dan Relawan Klodran Peduli langsung terjun ke lokasi. Bayu Hunter, salah satu personil EXALOS yang memimpin evakuasi, menyebutkan bahwa kecepatan tindakan sangat krusial dalam situasi ini.
“Kami langsung bergerak cepat setelah menerima laporan guna mencegah risiko yang lebih besar, baik terhadap warga maupun keselamatan hewan itu sendiri,” ujar Bayu.
Proses Evakuasi yang Menegangkan
Proses pengamanan ular berlangsung cukup dramatis namun penuh kehati-hatian. Mengingat ukuran ular yang besar dan tenaga lilitannya yang kuat, petugas harus menggunakan peralatan khusus serta teknik yang tepat agar tidak melukai ular maupun petugas.
Posisi ular yang berada di sela-sela area parkir sempat menyulitkan ruang gerak tim. Namun, berkat keahlian tim gabungan, ular predator tersebut berhasil ditarik keluar dan dimasukkan ke dalam wadah pengamanan.
Kondisi Kembali Kondusif
Setelah berhasil diamankan, ular sanca kembang tersebut dibawa oleh tim EXALOS untuk ditangani lebih lanjut sesuai prosedur konservasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Saat ini, situasi di Perum Grand Permata telah kembali kondusif. Warga pun merasa lega setelah predator melata tersebut berhasil dievakuasi dari lingkungan mereka. Meski demikian, warga diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat persembunyian hewan liar. ( bre / gd )
