FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menaruh harapan besar pada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan terbarunya untuk mengakselerasi transformasi digital. Tak main-main, banyak di antara mereka yang ternyata memiliki rekam jejak mentereng di perusahaan besar, startup, hingga korporasi internasional sebelum memilih mengabdi sebagai abdi negara.
Potensi luar biasa ini yang coba dioptimalkan oleh Pemkab Karanganyar. Para talenta yang dijuluki sebagai tim “Prodigi” (Proaktif, Dinamis, dan Berintegritas) ini dipersiapkan secara khusus untuk menjadi motor penggerak pembangunan Smart City dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Karanganyar.
“Ternyata setelah kita dalami, mereka ini juga sudah sangat berpengalaman di pengalaman kerja sebelumnya. Ada yang dari perusahaan-perusahaan besar, startup, ada yang dari perusahaan internasional. Ternyata mereka memilih menjadi CPNS,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Drs. Timotius Suryadi, M.Si., saat diwawancarai di sela-sela kegiatan pelatihan pada rabu siang ( 10/9 )
Karena latar belakang yang istimewa inilah, Pemkab secara proaktif melibatkan mereka dalam proyek-proyek strategis digital. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah sistem pelayanan publik yang lebih baik, efektif, dan mampu menembus batas ruang serta waktu melalui teknologi.
Benteng Digital dari Ancaman Siber
Sebagai langkah awal, Pemkab Karanganyar menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memberikan pelatihan intensif mengenai keamanan siber (cybersecurity). Pelatihan yang digelar selama satu hari ini diikuti oleh perwakilan CPNS dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurut Timotius, pelatihan ini sangat krusial karena para CPNS ini nantinya akan turut mengelola akun-akun dan aset digital pemerintah. Di tengah maraknya risiko keamanan siber, diperlukan keahlian khusus untuk membentengi sistem pemerintahan dari ancaman peretasan.
“Maka kita menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara untuk melakukan pelatihan kepada mereka, supaya kita punya satu kewaspadaan terhadap keamanan siber, supaya tidak mudah diretas, supaya bisa menyiapkan perangkat yang lebih reliabel,” jelasnya.
Era Baru Pengembangan Aplikasi: Hemat Anggaran, Keamanan Terjamin
Salah satu visi jangka panjang yang paling menarik adalah rencana Pemkab Karanganyar untuk memberdayakan tim Prodigi ini dalam pengembangan aplikasi secara mandiri. Ke depan, pengadaan atau pembelian aplikasi dari pihak ketiga akan mulai dibatasi.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Dengan mengembangkan aplikasi secara internal, pemerintah dapat memastikan kerahasiaan data, memperkuat keamanan sistem, serta memiliki kendali penuh atas prospek pengembangan di masa depan.
“Yang membuat aplikasi-aplikasi kita di Kabupaten Karanganyar nanti adik-adik ini. Jadi kita barangkali akan batasi pembelian aplikasi melalui pihak ketiga, tetapi lebih banyak akan kita kerjakan supaya kerahasiaan dan juga keamanan, prospek pengembangan ke depan, itu bisa lebih terjaga karena kita kelola sendiri,” tutup Timotius.
Pelatihan ini menjadi fondasi awal dari serangkaian kolaborasi yang akan terus dibangun, menandai optimisme baru dalam birokrasi Karanganyar yang lebih modern, aman, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. ( bre)
