Menumbuhkan Empati Sejak Dini, Sekolah di Karanganyar Gelar Shalat Istisqa Bersama

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Menghadapi kondisi kemarau dan berkurangnya ketersediaan air bersih yang melanda wilayah Kabupaten Karanganyar, langkah spiritual dan edukatif diambil oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Seluruh satuan pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Karanganyar diimbau untuk menggelar Shalat Istisqa atau shalat memohon hujan secara serentak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin pagi (19/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB bertempat di halaman sekolah masing-masing.

Langkah ini tertuang dalam surat imbauan resmi bernomor 400.3/1815 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, S.H., M.M.

Pendidikan Karakter dan Empati Lingkungan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan bahwa kegiatan Shalat Istisqa serentak ini tidak hanya menjadi ajang ikhtiar spiritual bersama, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang sangat mendalam bagi para siswa.

“Ini merupakan pendidikan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian siswa terhadap alam dan lingkungan yang sedang mengalami bencana kekeringan,” ujar Hendro Prayitno.

Menurutnya, mengajarkan kepedulian sosial dan lingkungan tidak cukup hanya lewat materi di dalam kelas. Melalui aksi nyata seperti berdoa dan bermunajat bersama, para siswa diajak untuk merasakan dampak kekeringan yang dialami oleh masyarakat sekitar serta menyadari betapa berharganya keberadaan air bagi kehidupan.

Menjunjung Tinggi Nilai Toleransi

Selain mengajarkan ikhtiar batin dan kepedulian terhadap alam, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar juga menekankan pentingnya menjaga suasana yang inklusif dan kondusif di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, pihak sekolah diminta untuk tetap mengedepankan nilai-nilai toleransi dan menghormati keberagaman keyakinan para peserta didik. Bagi siswa non-Muslim, sekolah mengimbau untuk dapat melakukan doa bersama sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.

Melalui momentum ini, diharapkan tidak hanya hujan yang membawa rahmat dan keberkahan yang segera turun, tetapi juga lahir generasi muda Karanganyar yang berkarakter religius, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta bijak dalam menjaga kelestarian lingkungan di masa depan. ( bre )