Gunung Lawu Membara, Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat: Helikopter Water Bombing Disiapkan

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Kebakaran hebat yang melahap puluhan hektar vegetasi pinus dan ilalang di lereng Gunung Lawu kian mengkhawatirkan. Menanggapi ancaman yang terus meluas sejak Kamis (15/10/2026), Pemerintah Kabupaten Karanganyar secara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 14 hari ke depan.

Langkah darurat ini diambil langsung oleh Bupati Karanganyar, Rober Cristanto, guna mempermudah akses bantuan pusat, memobilisasi ratusan personel gabungan, serta memuluskan rencana pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing.

Pertempuran Manual di Medan Terjal

Hingga hari keempat penanganan, Minggu (18/10/2026), ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, Perhutani, Basarnas, Brimob, hingga relawan bertaruh nyawa di lapangan. Dengan keterbatasan alat, mereka terpaksa bertarung melawan kobaran api menggunakan cara-cara konvensional seperti “gepyok” dan membuat sekat api (ilaran).

Tercatat sebanyak 115 personel disiagakan di pos induk, 40 personel di Pos 2 Cemoro Kandang, serta 133 personel di Pos Tambak.

“Tanggap darurat dimulai sejak Sabtu (17/10/2026) hingga 14 hari ke depan. Penetapan status ini mempermudah koordinasi penanganan bersama BNPB serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Sugiharjo, Minggu (18/10/2026).

Meski pemantauan udara via drone thermal menunjukkan tren positif dengan berkurangnya sebaran titik api—yang kini terkonsentrasi di area atas Begodani, Desa Gondosuli—ancaman belum sepenuhnya mereda. Medan terjal, tutupan hutan lebat, serta hembusan angin kencang sewaktu-waktu bisa kembali memicu dan meluaskan api.

Andalkan Water Bombing BNPB

Melihat kondisi geografis lereng Gunung Lawu yang ekstrem dan sulit ditembus dengan jalur darat, pemadaman manual dinilai tidak lagi optimal. Oleh karena itu, Pemkab Karanganyar bergerak cepat menembus birokrasi demi mendatangkan armada pengebom air dari udara.

Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menegaskan bahwa seluruh proses pengkajian dan administrasi penetapan status darurat telah rampung ditandatangani untuk mempercepat operasi water bombing bersama BNPB dan TNI.

“Karena ini di Hutan Lawu, pemadaman manual tidak memungkinkan secara optimal. Semua proses koordinasi dengan TNI dan BNPB sudah dilakukan,” jelas Adhe Eliana.

Masyarakat dan Pendaki Dilarang Mendekat

Api yang pertama kali terdeteksi pada Kamis lalu di area petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli kini telah menghanguskan puluhan hektar kawasan hutan.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar secara tegas mengimbau masyarakat umum serta para pendaki untuk menghentikan seluruh aktivitas dan melarang keras mendekati lokasi bencana demi keselamatan jiwa.

Pemkab Karanganyar berharap seluruh persiapan teknis segera tuntas sehingga helikopter water bombing dapat secepatnya diterjunkan untuk mengguyur titik-titik api tersisa dari udara sebelum kebakaran meluas lebih jauh. ( bre )