Menko Pangan dan Mendes PDT Kunjungi KDKMP di Boyolali

Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan Kunjungi lima lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Boyolali, Kamis 15 Oktober 2026. (istimewa/yull/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng-BOYOLALI -Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto Kunjungi lima lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Boyolali, Kamis 15 Oktober 2026.

Adapun kelima lokasi di Boyolali dalam agenda Gebyar KDKMP kali ini adalah KDKMP Sobokerto, KDKMP Kismoyoso dan KDKMP Pandeyan yang ada di Kecamatan Ngemplak, kemudian KDKMP Trayu dan KDKMP Banyudono di wilayah Kecamatan Banyudono.

Pada kunjunganya di  KDKMP Sobokerto Ngemplak, Menko Pangan yang akrab disapa Zulhas ini menyebut beberapa produk subsidi yang disediakan KDKMP, diantaranya kebutuhan pupuk, gas LPG, beras, dan minyak goreng.

“Kopdes ini menjadi alat infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi, karena setiap desa itu punya warga yang memang menerima barang-barang bersubsidi,” katanya.

Zulhas menambahkan bahwa produk subsidi ini bukan hanya untuk beberapa koperasi tetapi dipastikan ada di setiap KDMP di Indonesia.

Senada, Mendes PDT Yandri juga mengapresiasi kelengkapan fasilitas dan produk yang dijual di lima KDKMP. Menurutnya, pembangunan gedung sudah sesuai dengan standar, kemudian produk-produk bersubsidi juga tersedia dengan stok memadai. Pelayanan perbankan dan pembayaran tunai maupun non tunai juga tersedia lengkap mulai dari Bank Himbara, Bank BNI, dan PT POS Indonesia.

“Walaupun baru beroperasi, tetapi kita sudah senang melihat perkembangan Kopdes, dan masyarakat sangat antusias, barang-barang bersubsidi sejatinya memang dinikmati oleh rakyat dengan nilai subsidi yang ditentukan oleh pemerintah,” ujar Menteri Yandri.

Pihaknya juga mengatakan, KDKMP merupakan wujud dari dana desa, karena nanti akan menjadi aset milik desa. Hasil dari sirkulasi ekonomi KDKMP, lanjut Menteri Yandri, minimal 20 persen akan menjadi pendapatan asli desa.

“Ya, jadi memang Kopdes ini menggunakan Dana Desa. Oleh karena itu kami dari Kementerian Desa punya kepentingan yang sangat besar. Kopdes ini harus berhasil. Karena juga di Inpres nomor 17 (tahun 2025) juga diatur, sekurang-kurangnya 20% dari pendapatan Kopdes ini akan menjadi pendapatan asli desa,” katanya.

Sementara, Bupati Boyolali Agus Irawan mengungkapkan, dari 267 desa dan kelurahan yang ada di Boyolali, sudah ada 251 bangunan KDKMP yang telah berdiri 100 persen, dan 95 KDKMP sudah beroperasi. Ia berharap, seluruh KDKMP bisa segera beroperasi dan dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta dimanfaatkan untuk pengembangan potensi daerah khususnya bidang pertanian.

“Semoga nanti dengan adanya koperasi desa merah putih ini bisa menyukseskan setiap desa yang bertepatan, dan asetnya ini nanti akan menjadi aset desa, monggo yang belum menjadi anggota koperasi itu benar-benar dimanfaatkan, karena nanti pembagian hasilnya diputar lagi dan dikembalikan kepada warga anggota koperasi,” ungkap Bupati Agus. (yull/***)