Mengedepankan Aspirasi Warga, PUDAM Tirta Lawu Karanganyar Pilih Solusi Terbaik dan Humanis

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — PUDAM Tirta Lawu Karanganyar menegaskan komitmennya untuk selalu mendengarkan, menghargai, dan mengakomodir aspirasi masyarakat. Sikap terbuka ini ditunjukkan menyusul dinamika dan penolakan warga Tawangmangu dan Matesih terkait proyek peremajaan serta pemasangan pipa jaringan air bersih dari sumber mata air Pancot, Blumbang, Tawangmangu.

Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu, Agung Wibisana, menegaskan bahwa perusahaan daerah yang dipimpinnya akan senantiasa mengutamakan pendekatan yang santun, kekeluargaan, serta mengedepankan dialog konstruktif demi mencari solusi terbaik bagi semua pihak. PUDAM Tirta Lawu menyadari pentingnya menjaga keharmonisan antara pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat dan keberlanjutan irigasi pertanian lokal.

“PUDAM Tirta Lawu hadir untuk melayani masyarakat. Karena itu, kami senantiasa terbuka menerima masukan dan aspirasi dari warga. Kesejahteraan petani serta kondusivitas daerah adalah prioritas utama kami. Kami siap mencari solusi terbaik yang saling menguntungkan (win-win solution) tanpa mengorbankan sektor pertanian yang menjadi tumpuan hidup warga,” ungkap pihak PUDAM.

Langkah Konkret di Lapangan: Penghentian Pemasangan dan Penarikan Pipa

Sebagai bentuk keterbukaan dan iktikad baik, Direktur Bidang Teknik PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Suparno, menemui langsung puluhan warga di lokasi proyek untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus keputusan resmi manajemen.

Pihak direksi menegaskan pembatalan proyek pemasangan pipa peralon baru tersebut demi menjaga rasa aman, ketenteraman, dan kepastian pasokan air bagi para petani.

“Atas nama direksi, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Setelah mendengar aspirasi dan masukan bapak-bapak sekalian, saya tegaskan per detik ini, kami tidak jadi memasang pipa peralon baru tersebut,” ujar Suparno di hadapan warga yang menyambut keputusan tersebut dengan rasa lega.

Sejatinya, rencana penguatan jaringan pipa ini dirancang untuk memperluas cakupan layanan air bersih hingga 80 ribu pelanggan, khususnya untuk memperkuat pasokan di wilayah Unit Matesih dan Jumantono. Kendati demikian, PUDAM Tirta Lawu memegang teguh prinsip bahwa pembangunan fasilitas publik harus berjalan selaras dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Karanganyar.

“Kami ingin Karanganyar tetap aman, tenteram, dan para petaninya makmur. Kami berterima kasih karena sudah diingatkan oleh warga. Jangan sampai layanan air minum justru mengganggu sektor pertanian,” tambah Suparno.

Bangun Sinergi dan Komunikasi Terbuka

Sebagai tindak lanjut atas keputusan tersebut, PUDAM Tirta Lawu secara bertahap menarik dan mengangkut kembali pipa-pipa yang telah dikirim ke lokasi proyek menuju kantor pusat. Pihak manajemen juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat kondusivitas lingkungan selama proses pemindahan material berlangsung.

“Pipa yang sudah ada di lokasi akan kami bawa pulang kembali ke kantor PUDAM. Karena proses pengangkutan membutuhkan waktu beberapa hari, kami mohon bantuan dan kerja sama warga untuk sama-sama menjaga keamanan material tersebut,” jelasnya.

PUDAM Tirta Lawu Karanganyar senantiasa membuka pintu dialog sebesar-besarnya bagi perwakilan warga yang ingin bersilaturahmi atau berdiskusi langsung di kantor pusat. Langkah ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan kebutuhan air bersih maupun air irigasi di Karanganyar tetap terpenuhi secara adil dan berkelanjutan. ( bre )