Korban Penembakan OTK di Boyolali Izin Pulang dari Rumah Sakit

Panji Suherman, korban penembakan OTK, dirawat di RS Hidayah, Mojosongo, Boyolali, Senin (12/10/2026). (Yull/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, BOYOLALI- Kondisi Panji Suherman (23) tukang tambal ban di kampung Ngrancah Wetan, Siswodipuran Boyolali Kota yang jadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK) semakin membaik. Bahkan, pihak keluarga mengajukan izin agar korban diizinkan pulang.

“Iya, kemarin ibu saya mengajukan izin untuk pulang. Tetapi kata perawat tinggal menunggu visitasi dari dokter,” kata Panji di ruang perawatan RSU Hidayah, Boyolali, Senin (12/10/2026).

Panji juga menunjukkan bekas luka tembakan. Yaitu di kepala bagian belakang, dada sebelah kiri, tangan dan hidung. Paling parah adalah di bagian pipi kiri. Dokter harus melakukan operasi untuk mengambil proyektil yang masuk sedalam 3 cm.

Dijelaskan, operasi pengangkatan peluru tersebut telah berjalan lancar pada Sabtu (10 Oktober 2026) sore. Panji menyebutkan bahwa prosedur medis memakan waktu sekitar tiga jam, dengan sayatan selebar empat sentimeter dan sepuluh jahitan di pipinya.

“Dari jam tiga sore, saya baru sadar jam enam magrib. Pengambilannya cepat dan tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain,” tambahnya.

Disinggung hal ihwal insiden tersebut, Panji mengaku tidak tahu secara persis ciri-ciri pelaku. Menurutnya wajah pelaku ditutup masker dan memakai helm.

“Kalau wajahnya tidak terlihat karena memakai masker dan helm. Kalau tingginya ya normal saja seperti saya.”

Panji juga mengaku tidak tahu identitas pelaku. Bahkan, awalnya dia mengira kalau korban adalah temannya yang sengaja berbuat iseng atau seorang polisi

“Kok dia masuk ke tempat saya tiduran. Lalu ponsel saya disingkirkan dan langsung dia menembakan pistol (air soft gun) secara beruntun,” katanya.

Setelah kena tembakan di pipi, dada, hidung dan tangan, Panji berbalik dan kembali ditembak di kepala bagian belakang. Meski kesakitan, dia tak berani berteriak. Karena, dia khawatir pelaku marah dan akan kembali menembaknya.

Terpisah, Kasat Reskim AKP Indrawan Wira Saputra mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Pelaku masih dalam lidik. Maaf, saya masih rapat,” katanya lewat aplikasi whatsap.

Seorang tukang tambal ban ditembak orang tak dikenal (OTK)pada Sabtu (10 Oktober 2026) pukul 11.45 di, kampung Ngrancah Wetan, Jalan Pandanaran Siswodipuran Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 10 Oktober 2026 sekitar pukul 11.45 WIB. Kejadian itu menggegerkan warga sekitar.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Dia berlumuran darah dengan luka di hidung, pipi, dada kiri, kepala belakang dan tangan. ( yull/**)