Fokus Jateng, SURAKARTA — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menambah tujuh guru besar dari berbagai disiplin ilmu pada Selasa, 6 Oktober 2026. Para profesor baru itu mengembangkan kepakaran mulai dari filsafat dan kimia hingga teknologi material, komunikasi nirkabel, pendidikan, seni film, dan energi terbarukan.
Ketujuh guru besar tersebut akan dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. Pengukuhan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik UNS melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi.
Ketua Senat Akademik UNS Prof. Dr. Sri Sulistyowati, dr., Sp.OG. (K), mengatakan penambahan guru besar merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik universitas. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama media di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa UNS, Senin, 5 Oktober 2026.
“Penguatan tersebut mencakup pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Sulistyowati.
Salah satu guru besar baru berasal dari bidang filsafat. Prof. Dr. Suryo Ediyono, M.Hum. dari Fakultas Ilmu Budaya UNS mengangkat pencak silat sebagai kajian kebudayaan. Dalam pidato pengukuhannya, ia membahas pencak silat melalui tema Dari Olah Diri ke Olah Sosial: Pencak Silat sebagai Laku Kebudayaan untuk Memanusiakan Manusia.
Di bidang kimia, Prof. Dr. Suryadi Budi Utomo, S.Si., M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar Kimia Molekul Makrosiklis pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Risetnya berfokus pada rekayasa molekul makrosiklis dan penerapannya di bidang kesehatan, industri, serta lingkungan.
Sementara dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Prof. Dr. Deny Tri Ardianto, S.Sn., Dipl.Art. dikukuhkan sebagai Guru Besar Penciptaan Seni Film. Ia membawa kajian tentang hubungan gerak, film tari, budaya visual, dan desain komunikasi visual dalam ekosistem ekonomi kreatif melalui pidato berjudul Dari Gerak ke Layar: Film Tari, Budaya Visual, dan Desain Komunikasi Visual dalam Ekosistem Ekonomi Kreatif.
Bidang teknologi material diwakili Prof. Ir. Mujtahid Kaavessina, S.T., M.T., Ph.D. yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Teknologi Biopolimer Fakultas Teknik. Ia mengembangkan kajian mengenai rekayasa poly(lactic acid) berbasis biomassa untuk pengembangan material polimer yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Fakultas Teknik juga menambah guru besar pada bidang sistem komunikasi nirkabel. Prof. Ir. Subuh Pramono, S.T., M.T., Ph.D., IPM. dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Sistem Komunikasi Nirkabel, Gelombang Mikrometer dan Milimeter. Dalam pidatonya, ia membahas inovasi sistem komunikasi nirkabel untuk membangun konektivitas terintegrasi pada masa depan.
Dari bidang pendidikan, Prof. Dr. Triana Rejekiningsih, S.H., KN., M.Pd. dikukuhkan sebagai Guru Besar Teknologi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Sosial, dan Humaniora. Ia membawa gagasan transformasi pembelajaran melalui model integratif SafeSchool Smart Reporting untuk mendukung terwujudnya sekolah yang aman dan bebas perundungan.
Adapun Prof. Dr. Eng. Nugroho Agung Pambudi, M.Eng. dikukuhkan sebagai Guru Besar Teknologi Rekayasa Konversi Energi Terbarukan pada Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS. Fokus pidatonya adalah pengembangan teknologi konversi energi terbarukan untuk mendukung kemandirian energi Indonesia.
Sekretaris Senat Akademik UNS Prof. Dr. Mohammad Jamin, S.H., M.Hum. mengatakan keberagaman kepakaran tujuh guru besar tersebut memperkuat kapasitas UNS dalam berbagai bidang. Pengembangan keilmuan itu mencakup ilmu dasar, pendidikan, teknologi, seni, kebudayaan, komunikasi, material, hingga energi terbarukan.
“UNS terus mendorong pengembangan keilmuan yang tidak hanya memperkuat tradisi akademik, tetapi juga menghasilkan riset, inovasi, dan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan berkelanjutan,” ujar Jamin.
Dengan pengukuhan tersebut, UNS memperluas kepakaran akademiknya sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (*Thia/**)
