FOKUSJATENG – SUKOHARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar kegiatan Pembekalan Mahasiswa Pengenalan Aktivitas Persekolahan (PAM) pada Rabu, 30 September 2026.
Mengusung tema “Deep Learning in Action: Berinovasi, Berkolaborasi, Berdampak”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa calon pendidik untuk menerapkan pembelajaran inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan sekolah.
Ketua Balai Praktik Keguruan (BPK) FKIP Univet Bantara, Dr. Rita Kumalasari, M.Pd., menjelaskan bahwa program Pengenalan Aktivitas Persekolahan (PAM) merupakan bagian penting dari proses pembentukan kompetensi dan profesionalisme mahasiswa calon guru.
Ia juga menyoroti keterkaitan antara keberhasilan pelaksanaan PAM dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan upaya meningkatkan daya tarik Universitas Veteran Bangun Nusantara bagi calon mahasiswa baru. Oleh karena itu, mahasiswa yang menjalankan program di sekolah mitra diharapkan mampu menunjukkan sikap profesional, menjaga etika, serta membawa citra positif almamater.
Menurutnya, pengalaman mahasiswa selama menjalani praktik di lapangan tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga mencerminkan kualitas pendidikan dan pembinaan yang diberikan oleh universitas.
“Selain memberikan pemahaman mengenai pedoman dan teknis pelaksanaan, kegiatan ini juga menekankan kesiapan akademik, etika, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan sekolah,” ujar Rita melalui keterangannya.
Adapun pembekalan dibuka Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, M.Pd., yang sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh mahasiswa peserta PAM.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta penerapan etika dan tata krama selama melaksanakan kegiatan di sekolah latihan.
Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai ketentuan teknis dan sikap profesional yang perlu diperhatikan ketika berinteraksi dengan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, maupun seluruh warga sekolah.
Sejalan dengan arahan Ketua BPK, Dekan FKIP turut menegaskan bahwa keberhasilan program PAM dan KKN memiliki peran dalam mendukung promosi institusi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Univet Bantara.
Untuk memperkuat kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke sekolah, pembekalan PAM FKIP Univet Bantara menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi sesuai kebutuhan pelaksanaan program.
Sigit Wahana, S.Pd., M.Psi., dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, menyampaikan materi mengenai penerapan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran. Materi ini memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pentingnya menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, mendorong keterlibatan aktif peserta didik, serta mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif.
Selanjutnya, Iskandar, S.Pd., dari Tim IT memberikan sosialisasi mengenai penggunaan sistem informasi PAM. Penyampaian materi ini bertujuan membantu mahasiswa memahami mekanisme dan prosedur administrasi program melalui sistem yang telah disediakan.
Pembekalan kemudian berlanjut dalam sesi diskusi kelompok di ruang terpisah (split room). Dr. Para Mitta Purbosari, M.Pd., memandu pendalaman materi di Ruang 1, sedangkan Arif Maulana, M.Pd., memberikan materi di Ruang Sidang FKIP.
Rangkaian pembekalan ditutup dengan diskusi interaktif yang dimoderatori oleh Dr. Ratna Dewi Eskundari, M.Si. Sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman, bertukar gagasan, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama menjalani praktik persekolahan.
Pembelajaran Inovatif di Sekolah Mitra
Melalui kegiatan pembekalan PAM 2026, FKIP Univet Bantara berkomitmen mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjalankan peran sebagai calon pendidik yang kompeten, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan.
Semangat “Deep Learning in Action: Berinovasi, Berkolaborasi, Berdampak” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi dapat diwujudkan melalui praktik pembelajaran yang nyata di sekolah mitra.
Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, membangun kerja sama yang baik dengan seluruh warga sekolah, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan bermakna.
Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini, mahasiswa peserta PAM diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi sekolah sekaligus mengembangkan kompetensi profesional sebagai calon guru masa depan.***
