PAC Ansor Nogosari Dropping Air Bersih di Desa Garangan Wonosegoro 

Fokus Jateng-BOYOLALI-Dampak kemarau ekstrem yang saat ini melanda Boyolali, kini sudah meluas hingga ke 13 Kecamatan. Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali serta berbagai elemen masyarakat, ormas, CSR maupun pihak swasta bahu membahu memberikan bantuan ke daerah yang terdampak parah kekeringan.

Untuk meringankan beban warga yang terdampak, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Nogosari menggelar aksi sosial penyaluran (dropping) air bersih, salah satunya di Desa Garangan RT 02, RW 01 Kecamatan Wonosamodro.

Warga yang telah mengalami kekeringan pun menyiapkan terpal sebagai wadah guna mempercepat penyaluran air bersih.

“Setelah mendapat laporan dari pimpinan cabang Ansor Boyolali, kami tergerak membantu droping air bersih ke desa yang terdampak kekeringan, hari ini kami membawa lima armada kendaraan untuk membawa bantuan air bersih,” kata Perwakilan PAC Ansor Nogosari, Tejo Arum Bustanul Atfal. Minggu 27 September 2026.

Menurut Tejo, salah satunya di Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro. Hari ini PAC Ansor Nogosari dropping 10 ribu liter bantuan air bersih di Desa Traban, Wonosamudro 7000 Liter, Desa Jati Lawang RT 02. RW 01, Wonosamodro sebanyak 6000 Liter, kemudian Desa Garangan RT 02 RW 01 Wonosamodro, 1000 Liter.

“Semoga bisa bermanfaat, ini komitmen kita dari tahun ke tahun, kita peduli terhadap warga yang terdampak kekeringan ekstrem,” ucapnya.

Sementara itu salah satu warga Desa Garangan, Futihatun Zakiyah, mengatakan, desanya sangat butuh bantuan air bersih dan ada 3 titik di lingkungan terhitung jarang tersentuh bantuan air bersih, termasuk sebuah masjid.

 “Selama ini pada beli air bersih, semoga bantuan air bersih ini berkah dan menjadi ladang pahala para donatur air bersih, kami sangat senang sekali dan semoga besok ada bantuan lagi,” ujarnya.

Sementara, Kepala bidang (Kabid) kedaruratan dan logistik BPBD Boyolali, Ery Purwo Nugroho, menjelaskan, bahwa sebaran kekeringan di Boyolali sudah melanda di 13 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Wonosamodro, Wonosegoro, Juwangi, Tamansari, Cepogo, Musuk, Kemusu, Selo, Klego, Ampel, Gladagsari, Andong, Karanggede. Kalau desa 44 Desa/ Kelurahan yang terdampak dan 140 Dukuh.

“Sudah 1.023 tangki air bersih terdistribusikan, baik dari kami maupun bekerjasama dengan sejumlah pihak dengan total sudah 5.160.000 liter air bersih. Dengan sasaran 10.921 kepala keluarga yang terdiri dari 32.822 jiwa. Untuk prediksi hujan itu sekitar bulan Oktober 2026, namun info hari ini di kabupaten Temanggung malah sudah hujan deras,” pungkasnya. (yull/***).