FOKUSJATENG.COM-SRAGEN – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sriyanto Saputro menghadiri Festival Tayub Sragenan dan peringatan Bahulak Ambal Warsa ke-VI, di Pasar Bahulak Dukuh Sawahan, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen, Minggu 27 September 2026. Kedatangannya disambut ratusan lapak kuliner tempo dulu. Agenda yang dihadiri Sriyanto ini dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia.
Momen spesial tersebut turut dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI dari Komisi V, Sriyanto Saputro. Kehadiran legislator asal Dapil Jawa Tengah IV ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Di hadapan warga dan pengelola pasar, Sriyanto mengaku bangga melihat geliat ekonomi di Desa Karungan. Menurutnya, konsep ekonomi gotong royong yang berjalan di Pasar Bahulak merupakan cerminan nyata dari visi perekonomian nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Jujur, ini baru pertama kali saya hadir di Pasar Bahulak. Begitu datang, rasanya luar biasa dan saya sangat bangga. Di sebuah desa, ada aktivitas positif yang tidak hanya membangkitkan UMKM dan perekonomian warga, tetapi juga nguri-uri (melestarikan) budaya Nusantara. Ini cerminan ekonomi yang diinginkan Presiden Prabowo, di mana semua rakyat bergerak bersama mendukung jalannya roda ekonomi,” tegasnya.
Sriyanto menegaskan, komitmennya tidak berhenti pada apresiasi semata. Sebagai wakil rakyat, ia siap memfasilitasi dan mendorong sinergi Lintas Kementerian, mulai dari Kementerian Desa, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, hingga Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperkuat infrastruktur dan kapasitas kawasan tersebut.
Tak hanya menyoroti sektor pariwisata dan seni budaya, dalam kesempatan itu Sriyanto juga memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan dan hunian masyarakat di Desa Karungan. Ia secara terbuka meminta Kepala Desa Karungan, Joko Sunarso untuk segera mendata warga yang masih menempati rumah tidak layak huni.
“Kegiatan sosial dan seni budaya di sini akan terus saya dukung. Selain itu, tolong Pak Kades dicatat warga di Karungan yang rumahnya belum layak. Saya siap mengawal program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sampai saat ini, sudah ribuan unit RTLH yang berhasil kami anggarkan dan salurkan untuk Kabupaten Sragen,” kata dia.
Pasar Bahulak sendiri merupakan salah satu ikon desa wisata unggulan di Kabupaten Sragen. Berdiri di atas lahan seluas 4 hektar sejak tahun 2020, pasar tradisional unik yang rutin buka pada pasaran Minggu Pahing dan Minggu Legi ini mampu menyerap hingga 112 tenaga kerja lokal dan menyedot lebih dari 2.000 pengunjung setiap kali beroperasi.
Sejumlah prestasi mentereng pun telah dikantongi, di antaranya Penghargaan Pasar Gotong Royong dari BPIP RI (2021), Sertifikat CHSE dari Kemenparekraf (2021), Juara Lomba Desa Kabupaten Sragen (2022), hingga berhasil menembus Top 5 Innovative Government Award (IGA) tingkat nasional.
Sriyanto berharap, keberhasilan Desa Karungan dalam mengemas potensi lokal bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Sragen dan sekitarnya.
“Sragen itu kaya potensi. Tidak harus meniru persis Pasar Bahulak, tetapi disesuaikan dengan keunggulan masing-masing desa, apakah itu hasil pertanian buah, sumber air, atau kerajinan. Yang terpenting ada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk maju bersama,” jelas Sriyanto. (hr)
