Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali jadi Primadona saat Libur panjang Isra’ Mi’raj 

Fokus Jateng-BOYOLALI,- Di tengah suasana libur panjang dan perayaan Isra’ Mi’raj nabi Muhammad, kompleks wisata religi itu menjelma menjadi ruang pertemuan antara ibadah, rekreasi, dan kebersamaan keluarga. Ribuan pengunjung memadati Wisata Edukasi Religi (WER) Qolbu Singkil Boyolali.

Sejak Kamis 15 Januari hingga Minggu 18 Januari 2026, ribuan warga terlihat memadati area masjid dan ruang terbuka di sekitarnya. Mereka datang tidak hanya untuk menunaikan ibadah, tetapi juga menikmati suasana religius yang tenang, bersih, dan tertata rapi—sesuatu yang kerap dicari sebagai momen refleksi diri.

“Kenaikan pengunjung sudah mulai terasa sejak Kamis kemarin. Total hari kamis kurang lebih ada seribuan pengunjung yang datang,” kata Kepala UPT Pengelola Wisata Disporapar Boyolali, Nanik Saryanti, Minggu 18 Januari 2026.

Hingga hari Minggu, sedikitnya ada 4 ribu pengunjung yang  masuk ke tempat wisata religi tersebut. Dengan rata-rata pengunjung dalam sehari antara 500-750 orang. Bahkan, sudah ada ratusan pengunjung, maupun biro perjalanan yang sudah melakukan booking, untuk kunjungan di hari Sabtu 17 Januari dan Minggu 18 Januari.

” Booking tiket untuk hari Sabtu ada 538 pengunjung. Sedangkan untuk hari Minggu  ada 394 lebih yang melakukan booking tiket,” imbuhnya.

Pengunjung datang dari berbagai penjuru. Tak hanya warga Boyolali, tetapi juga dari Klaten, Jogyakarta, hingga Jawa Timur. Keramaian ini membuat suasana Wisata Edukasi Religi tampak jauh lebih hidup dibanding hari-hari biasa.

“Kebanyakan pengunjung dari luar Boyolali. Seperti Jogjakarta, Klaten, Magetan, Kudus, Semarang, dan Purwodadi. Mayoritas pengunjung dari kalangan anak anak,” tambahnya.

Nanik menjelaskan, pengunjung yang datang biasanya untuk melakukan manasik haji dan umroh, untuk mendukung praktek manasik haji dan umroh, miniatur di WER Qolbu sudah dilengkapi dengan yang ada di Mekah dan Medinah.

“Untuk luas area sudah cukup, tempat juga strategis dari arah berbagai kota. Ada air zam zam yang bisa di minum langsung oleh jama’ah dan pengunjung, tempat transit, miniatur masjid nabawi, dan bisa untuk sholat jama’ah bagi pengunjung,” tuturnya.

Zakiyah (42), pengunjung asal Klaten , mengaku sengaja mengajak keluarganya berlibur ke Wisata Edukasi Religi Qolbu Singkil Boyolali. Baginya, kawasan ini menawarkan alternatif wisata yang berbeda dari keramaian pusat hiburan.

“Tempatnya nyaman untuk keluarga. Suasananya tenang, bersih, dan cocok untuk manasik, dan mengenalkan tanah suci kepada anak-anak,” ujarnya.

Selain beribadah dan berbelanja, banyak pengunjung tampak memanfaatkan kawasan tersebut untuk berfoto, bersantai, atau sekadar menikmati kebersamaan bersama keluarga. ( yull/**)