Tedjowulan Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo atas Perhatian Negara terhadap Karaton Surakarta

Fokus Jateng -SOLO – Panembahan Agung Tedjowulan, atas nama Keluarga Besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas hadirnya negara dalam upaya pelindungan dan pelestarian Karaton Surakarta sebagai cagar budaya nasional.

Ucapan terima kasih tersebut secara khusus ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur Jawa Tengah, serta Wali Kota Surakarta.

“Dalam pelindungan, pengembangan, dan/atau pemanfaatan kawasan cagar budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai cagar budaya peringkat nasional, saya telah menerima Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 untuk ditetapkan dan ditunjuk sebagai pelaksana,” ujar Tedjowulan dalam keterangannya.

Menurut Tedjowulan, keputusan penunjukan tersebut merupakan mandat besar dari negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai, kepercayaan ini menjadi amanah untuk menyelamatkan, melestarikan, sekaligus memajukan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

“Ini adalah bukti nyata komitmen Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam melestarikan istana-istana di Nusantara sebagai khazanah budaya dan peninggalan peradaban umat manusia yang sangat berharga bagi bangsa kita,” tegasnya.

Ia pun kembali menyampaikan apresiasi secara khusus kepada Presiden. “Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan kepada Bapak Presiden,” katanya.

Tedjowulan juga memohon doa restu serta dukungan dari seluruh pihak agar amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik. Kepada Keluarga Besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, ia mengajak menjadikan perhatian pemerintah ini sebagai momentum untuk kembali bersatu.

“Marilah kita mensyukuri perhatian besar dari pemerintah ini sebagai kesempatan untuk kembali akur dan benar-benar menyatu sebagai satu keluarga besar. Letakkan ego masing-masing dan tegakkan cita-cita luhur untuk Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sama-sama kita cintai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Karaton Surakarta memiliki perjalanan sejarah panjang yang sarat pelajaran berharga untuk menatap masa depan. Menurutnya, hanya dengan niat yang suci, kejujuran, keikhlasan, serta sikap eling lan waspada, keberlangsungan karaton dapat terus dijaga.

“Hanya dengan niat suci, sikap jujur, dan sifat ikhlas, serta perilaku eling dan waspada sebagai pedoman perbuatan, kita dapat berharap memperoleh kasih sayang Tuhan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tedjowulan juga mengutip petuah luhur Sultan Agung yang berbunyi, ‘Dimentuk Sihing Hyang, suci, jujur, ikhlas ing wardaya, eling lan waspada pandoming makarti.’

Terkait dinamika yang muncul saat kunjungan Menteri Kebudayaan di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Minggu 18 Januari 2026, Tedjowulan menyatakan menghormati hak setiap pihak untuk menyampaikan pendapat. Namun, ia berharap aspirasi disampaikan dengan cara yang baik dan saling menghormati, terlebih dalam kegiatan resmi pemerintah.

“Saya memilih fokus pada upaya merukunkan dan merangkul semua pihak demi kebaikan bersama dan masa depan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” pungkasnya. (ANur/**)