Fokus Jateng-BOYOLALI,- Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Boyolali memastikan relokasi car free day (CFD) dari kawasan alun-alun kidul (Alkid) ke kawasan susu tumpah atau ke ruas Jalan Pandanaran belum dilakukan karena masih menunggu kesiapan kawasan Simpang Lima, khususnya dari aspek manajemen dan rekayasa lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan.
“Masih dilokasi lama, masih menunggu hasil evaluasi,” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali, Didik Riyanto, Minggu 4 Januari 2026.
Ia menjelaskan, saat ini evaluasi pelaksanaan CFD terus dilakukan secara bertahap. Evaluasi tersebut meliputi penataan parkir, kelancaran arus lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta kenyamanan masyarakat,
termasuk dampaknya terhadap aktivitas UMKM yang dikoordinasikan bersama perangkat daerah terkait.
“Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penentuan lokasi CFD ke depan, apakah dapat kembali ke Jalan Pandanaran atau tetap di Alun-alun Kidul. Prinsipnya, kami mengutamakan keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat,” jelas Didik.
Dishub Boyolali mengimbau masyarakat untuk mengikuti pengaturan lalu lintas dan memanfaatkan kantong parkir yang telah disediakan selama pelaksanaan CFD.
Sebagaimana diketahui CFD Boyolali resmi dipindah sementara di komplek kantor terpadu mulai Minggu 14 September, direncanakan hingga akhir tahun 2025. Pemindahan CFD itu dikarenakan ada pengerjaan proyek revitalisasi di kawasan Simpang Lima Boyolali. ( yull/**)
