Memupuk Nasionalisme di Tengah Modernisasi: Ketoprak Kridho Budoyo, Semangat Budaya dari Karanganyar

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR  – Di tengah gempuran arus modernisasi dan budaya global, semangat untuk melestarikan seni dan budaya lokal justru semakin terasa kuat di Karanganyar. Hal ini terlihat jelas saat pagelaran Ketoprak Kridho Budoyo yang diselenggarakan di Alun-Alun Kridho Utomo, Desa Kaliwuluh, pada Jumat (5/9/2025) malam. Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan komitmen kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, dan Wakil Bupati, H. Adhe Eliana, ini menampilkan lakon sarat makna, “Raden Said Meguru Sunan Kalijogo”. Yang membuat pertunjukan ini istimewa adalah seluruh pemeran merupakan warga Desa Kaliwuluh sendiri, menunjukkan bahwa seni tradisional masih hidup dan relevan di tengah masyarakat. Ratusan penonton dari berbagai kalangan pun tumpah ruah memenuhi area pertunjukan, membuktikan antusiasme yang luar biasa terhadap seni budaya lokal.

Seni Budaya sebagai Penggerak Ekonomi dan Pemersatu Bangsa

Dalam sambutannya, Bupati Rober Christanto menekankan bahwa melestarikan budaya tidak hanya sebatas menjaga tradisi, tetapi juga memiliki dampak positif yang luas. “Kegiatan kebudayaan seperti ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bupati, adanya pertunjukan rakyat seperti ketoprak secara langsung membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kehadiran keramaian penonton menciptakan peluang bagi pedagang kecil, sehingga suasana sosial kemasyarakatan pun semakin hidup. “Semua ini bisa berjalan lancar karena semangat kebersamaan warga Karanganyar, termasuk masyarakat Kaliwuluh yang luar biasa,” imbuhnya.

Warisan Leluhur dan Kebanggaan Nasional

Pagelaran ini menjadi bukti nyata bagaimana seni dan budaya mampu memupuk rasa nasionalisme. Dengan melestarikan seni ketoprak, masyarakat tidak hanya belajar tentang sejarah dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, tetapi juga merasa bangga menjadi bagian dari identitas bangsa yang kaya akan budaya. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati secara langsung menjadi penyemangat bagi para seniman lokal untuk terus berkarya dan menjaga warisan budaya Jawa di Kabupaten Karanganyar.
Acara berlangsung meriah hingga malam hari, diwarnai tepuk tangan riuh dan suasana penuh kekeluargaan. Pertunjukan Ketoprak Kridho Budoyo di Kaliwuluh adalah contoh konkret bagaimana seni tradisional bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, menjaga akar budaya tetap kuat di tengah laju modernisasi, dan menjadi alat efektif untuk memupuk kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. (rls/bre)