Masalah kelebihan murid di SD Negeri 1 Simo selesai

Fokus Jateng-BOYOLALI ,  – Kelebihan jumlah rombongan belajar ( Rombel)di SD Negeri 1 Simo akhirnya bisa masuk aplikasi data pokok pendidikan (dapodik). Semula satu rombel seharusnya berisi 28 siswa, namun ada sekolah disetujui menjadi 40 siswa di satu rombel untuk tahun ajaran 2025/2026.

“Alhamdulillah, kemarin dari pusat datang untuk mengecek bagaimana kelasnya gurunya, fasilitasnya, memang sempat ada masalah, karena kalau di geotech itu tidak daerah terpencil,” jelas Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, M Arief Wardianta. Jumat 5 September 2025.

Hanya saja, untuk tahun depan hal itu sudah tidak berlaku. SD Negeri 1 Simo tetap akan mendapat jatah 1 rombel dengan jumlah kuota 28 siswa.

“Itu hanya sampai tanggal 31 agustus itu belum bisa masuk dapodik, tapi Alhamdulillah sekarang sudah masuk semua. Sehingga kalau sudah masuk dapodik, berarti BOSnya aman,” katanya.

Sebelumnya, tim Dikbud Boyolali juga telah berkunjung ke sekolah tersebut pada Minggu 31 Agustus untuk mendiskusikan persoalan itu dengan para  wali murid.

Terkait permasalahan kelebihan rombel, Arif menyatakan pihaknya akan lebih memperketat untuk penerimaan siswa SD.

“Kalau bisa sudah di efektifkan seperti penerimaan SMP, jadi seperti zonasi, afirmasi, mutasi, itu betul betul diterapkan,” lanjutnya.

Terungkapnya soal kelebihan rombel ini berawal saat Komisi IV DPRD Boyolali mendapat aduan terkait kepastian data dapodik 12 siswa di SD Negeri 1 Simo. Kemudian Komisi IV mengecek dugaan PPDB yang menyalahi aturan permendikbud terkait batasan rombongan belajar (Rombel) di SD tersebut. ( yull/**)