Pemkab Karanganyar Sikapi Polemik Pembangunan Taman Doa Hollyland, Pengamat Anggap Bupati Terlalu Berhati-hati

 

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menanggapi kritik dari sejumlah fraksi di DPRD terkait polemik pembangunan Taman Doa Hollyland di Gondangrejo. Pemkab menegaskan komitmennya untuk memastikan tempat ibadah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sambil menjamin keamanan investasi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Timotius Suryadi, dalam rapat paripurna DPRD Karanganyar yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, H. Anung Marwoko, pada Selasa (26/08).
“Kami berkomitmen agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan menjamin investor untuk berinvestasi dengan aman,” ujar Timotius. “Pemerintah akan menurunkan tim untuk mengawasi. Jika tidak sesuai (perizinan), akan dikaji ulang,” tambahnya.

Pengamat Nilai Bupati Kurang Bertindak Cepat

Meskipun demikian, sikap Pemkab Karanganyar dinilai terlalu berhati-hati oleh pengamat perizinan Karanganyar, Andriyanto . Menurutnya, Bupati seharusnya mengambil tindakan yang lebih cepat dan proaktif untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Seharusnya Bupati langsung turun ke lapangan bersama tim agar isu perizinan Hollyland menjadi terang benderang,” tegas Andriyanto. Ia menyarankan agar Bupati Karanganyar segera membentuk tim dan melakukan pengecekan langsung di lokasi untuk membuktikan apakah perizinan yang dimiliki sudah sesuai atau belum.
Sikap hati-hati Pemkab, menurut Andriyanto, justru bisa memperpanjang polemik yang ada dan menimbulkan ketidakjelasan di mata publik. Ia menekankan bahwa transparansi dan kecepatan tindakan adalah kunci untuk menyelesaikan masalah perizinan seperti ini. Andriyanto menambahkan polemik tersebut mendapat perhatian serius dari stake holder dan berencana akan melayangkan surat resume klarifikasi ke pemkab dan pihak holyland. ( bre)