Boyolali gencarkan Homepimpah, pilah sampah dari rumah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Suraji, (doc/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng – BOYOLALI,  – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali menggencarkan program pemilahan sampah dari rumah. Ke depan, masyarakat dapat melakukan pemilahan sampah untuk membedakan sampah organik, sampah rosok, serta residu sampah.

Kepala DLH Boyolali, Suraji menjelaskan sosialisasi program DLH  untuk pengurangan volume sampah  masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Salah satunya dengan program Homepimpah, atau program pemilahan sampah dari rumah tangga, terutama masyarakat di wilayah kota.

“Nantinya, masyarakat diharuskan melakukan pemilahan sampah untuk membedakan sampah organik, sampah rosok, serta residu sampah,” katanya. Senin 8 September 2025.

Dijelaskan, program homepimpah ini tidak hanya menyasar rumah tangga, akan tetapi pengembangan akan sampai ke sekolah hingga pabrik.

“Jadi pengurangannya itu, sampah organik tidak perlu dibawa ke TPA, dibuat kompos saja, sampah yang punya nilai ekonomi dikumpulkan untuk nanti dijual sendiri, bisa melalui bank sampah maupun dijual sendiri, untuk yang ke TPA hanya residu.”

Sampah residu seperti sampah yang tidak bisa diolah dan sampah plastik kotor, kata Suraji, jika sudah berhasil diterapkan seluruhnya di Boyolali, bisa mengurangi hingga 65 persen sampah hasil rumah tangga masuk ke TPA.

“ Sampah residu itu hanya 35 persen, yang sampah organik sekitar 35-45 persen, dan sampah plastik itu 20 an persen,” imbuhnya.

Ia menambahkan Program homepimpah sudah berdampak bagi produksi sampah di Boyolali walau belum signifikan. “Karena masih berjalan sebulan,” ucapnya. ( yull/**)