Agustusan, ada lonjakan permintaan bendera one peace 

Fokus Jateng-BOYOLALI,-Penjual bendera merah putih di sekitar jalan raya di Boyolali yang banyak ditemui menjelang hari kemerdekaan RI mengaku mengalami penurunan omset dari tahun-tahun sebelumnya, karena kesulitan bersaing dengan pedagang online. Selain itu, tahun ini antusias masyarakat banyak yang beralih ke bendera one piece.

Rizal (30) salah seorang penjual bendera merah putih musiman di Mojosongo, jalan raya alternatif Boyolali-Klaten misalnya, mengaku mengalami penurunan omzet penjualan tahun ini.

“Saya berjualan bendera setiap event Agustusan. Tapi tahun ini lebih parah dari tahun lalu, karena semakin banyak pedagang online,” katanya. Jumat 1 Agustus 2025.

Sebelum marak penjual bendera online, Rijal mengaku bisa mengantongi pendapatan kotor sebanyak Rp 15 – Rp 20 juta dalam sekali berjualan.

“Jualannya tidak sampai sebulan, biasanya dari tanggal 25 atau tanggal 1 sampai tanggal 16 saja,” imbuhnya.

Setelah marak penjual bendera online, Rijal mengaku hanya bisa mengantongi Rp 6 – Rp 10 juta dalam sekali event Agustusan.

“Tapi belakangan banyak juga yang nanya bendera one piece, tapi saya tidak jual,” imbuhnya.

Pedagang bendera merah putih lainnya, Edi (41) yang berjualan di Jalan Raya Solo- Boyolali membenarkan, tahun ini penjualan memang mengalami penurunan. Namun, tidak hanya akibat penjual online, saat ini penjualan turun akibat banyak pembeli yang beralih memasang bendera One Piece.

Diakuinya, fenomena ini menciptakan peluang usaha menjual bendera one piece dengan beragam ukuran, bahkan juga menjadikannya jersey.

Perlu diketahui, One Piece merupakan serial kartun yang tayang di buku komik serta serial tv.

Ia mengatakan, mayoritas pembeli dagangannya merupakan sopir truk ekspedisi, dan pengemudi lain yang biasa memasang bendera di kendaraan mereka menjelang perayaan kemerdekaan.

“Biasanya beli yang ukuran 40 cm, kalau tidak yang 80 cm, tetapi sekarang ditanya itu bilangnya mau pasang bendera one piece saja,” ujar Edi.

Menurut Edi, penurunan minat sopir truk memasang bendera merah putih diduga merupakan kritik terhadap pemerintah.

“Mungkin ya, bisa jadi karena media sosial ramai juga, jadi semua merasakan lonjakan permintaan akan bendera One Piece saat ini,” ucapnya. ( yull/**)