Polisi Boyolali Bekuk Pelaku Curat yang Beraksi di 29 TKP di Soloraya

Fokus Jateng-BOYOLALI,- Resmob Satreskrim Polres Boyolali berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) serta menangkap pelaku yang telah beraksi di 29 Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi melalui Kasat Reskrim Iptu Joko Purwadi menjelaskan bahwa pelaku yang berhasil ditangkap adalah MH (38) warga Pasar Kliwon Surakarta pada Rabu 5 Juni 2024.

“Tim kami Resmob Satreskrim dibackup Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng berhasil menangkap pelaku Curat yang mana pelaku ini melakukan aksinya sebanyak 29 TKP dalam satu tahun terakhir,” katanya. Kamis 6 Juni 2024.

Disebutkan, dengan rincian di Boyolali 4 TKP, Klaten 5 TKP, Sukoharjo 10 TKP, Surakarta 9TKP dan Karanganyar 1 TKP.

Di Boyolali pelaku beraksi di 4 TKP yakni sebuah apotek di Sudimoro Teras, Warung makan di Banyak Banyudono dan Randusari Teras serta sebuah toko plastik di Sudimoro Teras.

Pelaku seorang diri melakukan pembobolan apotik di Sudimoro Teras. kejadian yakni berawal pada Jumat 17 Januari 2024 sekira pukul 04.00 WIB. Saat itu korban hendak membuka Apotek Jaya farma miliknya. Namun korban dikagetkan dengan kondisi apotek sudah dalam keadaan terbuka dan kunci gembok sudah rusak. Korban selanjutnya mengecek kedalam apotik, diketahuinya sejumlah barang dilokasi itu sudah hilang diantaranya uang tunai sebesar Rp. 3.000.000 dan TV merk Xiaomi 32 Inc. Tidak menunggu lama, korban langsung melapor ke Polsek Teras Polres Boyolali.

“Berdasarkan laporan korban dan serangkaian penyelidikan, Tim Resmob Satreskrim dibackup Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng mendapatkan informasi tentang keberadaan para pelaku.”

 

Setelah pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti, dihadapan petugas, pelaku mengakui telah melakukan 29 aksi pencurian dengan pemberatan di wilayah Boyolali dan Solo Raya dalam satu tahun terakhir.

Atas perbuatannya, tegas Kasat Reskrim, tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

“Kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada dimanapun berada, terlebih saat meninggalkan rumah,” pungkasnya. (**)