Warga Desa Tangkap Sopir dan Kernet Pembuang Limbah Berbahaya di Boyolali

Polisi mengamankan pelaku pembuangan limbah berbahaya di Desa Brajan, Mojosongo, Boyolali. (yull/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng-BOYOLALI- Warga Desa Desa Brajan Kecamatan Mojosongo Boyolali menangkap basah, pelaku pembuangan limbah cair bahan beracun dan berbahaya (B3). Limbah B3 itu dibuang di anak aliran Kali Pepe. Tepatnya di underpass tol Dusun Klepu, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Selasa 12 Desember 2023 siang.
Dikabarkan pelaku pembuangan limbah B3 adalah sopir pikap, Widodo warga Desa Randusari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
Satu lainnya adalah kernet bernama Yoga Adi Pamungkas warga Dusun Getasan, Desa Mojolegi Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
Kedua pelaku hanya bisa pasrah, di bawah kepungan warga setempat. Sementara mobil pikap nomor polisi AD 9744 PM yang membawa beberapa drum limbah juga diamankan warga.
Kades Brajan Siswanto juga melapor ke Polsek Mojosongo. Pihaknya berharap kasus tersebut diusut tuntas.
Menurut Kades, awalnya ada warganya yang melihat duw pelaku berupaya membuang limbah dari mobil pick up ke sungai di bawah underpass Dukuh Klepu.
“Tadi saya di kantor dapat laporan dari warga, pak ada orang membuang limbah industri ke kali. Saya langsung ke sini sudah ada beberapa warga di sini. Sopirnya sudah diamankan,” jelas Kades Brajan Siswanto saat ditemui di lokasi.
Pembuangan cairan yang diduga limbah B3 itu dilakukan di dua lokasi. Pertama di underpass Dusun Klepu sisi barat sebanyak tiga drum. Kemudian, di underpass dusun setempat sisi timur. Hingga akhirnya tertangkap warga.
“Ada tujuh drum kapasitas 200 liter per drum, sudah dibuang tiga tangki. Infonya dari pembuang, masih ada 16 tangki lagi di gudang. Ini kan meresahkan.”
Kedua pelaku hampir menjadi sasaran amuk warga, beruntung kades dan perangkat desa setempat berhasil meredam.
Siswanto mengamini, warga sudah gerah. Karena ini kali kedua pembuangan limbah dilakukan di wilayahnya.
“Sudah kami laporkan, makanya ini saya kawal jangan sampai lepas,” tegasnya.
Kendati kasus tersebut sudah ditangani polisi. Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali juga langsung turun tangan mengecek lokasi pembuangan limbah dan mengambil sampel limbah itu.
” Hasil identifikasi sementara, itu sludge atau lumpur pewarna tekstil,” kata Sekertaris DLH Boyolali, Suraji.
Dalam industri tekstil, lumpur itu merupakan limbah.Karena merupakan endapan pewarna tekstil. Lumpur pewarna itu merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3).
” Secara umum itu berbahaya bagi makhluk hidup,” pungkasnya. (**)