Hari anti korupsi sedunia, Kejari Boyolali Gelar Pekan Adhyaksa Jagain Sekolah

Pekan Adhyaksa Jagain Sekolah 2023, Kejaksaan Negeri Boyolali menggelar berbagai lomba bertema menanamkan budaya anti korupsi sejak dari dini untuk tingkat SMP (yull/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali menggelar Pekan Adhyaksa Jagain Sekolah 2023, yang menyasar anak SMP sebagai wadah edukasi dan pembinaan budaya anti korupsi, dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia.
Kepala Kejari (Kajari) Boyolali, Agita Tri Moertjahjanto mengatakan untuk mengenalkan budaya anti korupsi sejak dini, sekaligus memperingati Pekan Adhyaksa tersebut, pihaknya menggelar berbagai lomba bertema menanamkan budaya anti korupsi sejak dari dini diantaranya, cerdas cermat puisi pantun dan yel yel anti korupsi untuk tingkat SMP di aula Kejari setempat, pada Kamis 7 Desember 2023.
“Nah, ini budaya anti korupsi yang harus kita tumbuhkan ke masyarakat, generasi penerus ini. Bahwa budaya korupsi harus kita jauhkan dan yang jelas tidak kita bawa ke ranah sehari-hari. Makanya kegiatan lomba-lomba ini juga penanaman budaya anti korupsi sejak dari dini, jadi sewaktu menyelenggarakan kegiatan organisasi di sekolah sudah menjauhkan dari budaya korupsi, kolusi dan persekongkolan,” tegasnya.
Menurut Agita Tri Moertjahjanto, Boyolali telah mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkait sistem manajemen pelaporan keuangan dan administrasi yang sudah bagus. Namun, dia menilai masih perlu dioptimalkan. Untuk itu, melalui pekan Adhhyaksa jagain sekolah pihaknya ingin meningkatkan kesadaran para siswa. Sekaligus melakukan pembinaan anti korupsi siswa SMP di Boyolali. Karena perlu jadi perhatian munculnya bibit -bibit korupsi lantas memaklumi perilaku mencontek, kurangnya etika dalam hal bergaul. Hal tersebut yang harus diantisipasi dan dicegah.
“Tentunya mereka (Anak-anak) kita persiapkan untuk menjadi pemimpin yang tangguh, era emas nanti 2045 setidaknya sudah menjadi generasi yang mampu memimpin Indonesia menjadi negara terdepan dan terhebat dengan budaya anti korupsi. Penanaman sejak dini sangat perlu. Karena kita masih ada budaya kononial yang seharusnya masuk korupsi, tapi terkadang kita memaafkan dan memaklumi. Itu budaya yang jelek dan harus kita ubah mindset-nya,” ujarnya. (**)