Traffic light di Tiga Simpang Empat Boyolali Resmi Beroperasi

Petugas Dishub Boyolali memantau lampu lalu lintas di Simpang Sudirman atau jalur menuju Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali (yull/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Dinas Perhubungan Pemkab Boyolali mengoperasikan tiga traffic light (lampu lalu lintas) baru. Tiga lampu lalu lintas baru yang baru ini antara lain di Simpang Tegalwire tepatnya di depan museum RM Hamong Wardoyo, Simpang Sudirman atau jalur menuju Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali, dan simpang empat Pulisen. Pengoprasian ini diharapkan dapat menekan kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di persimpangan tersebut.
Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali bakal melakukan pengamatan untuk mendapatkan formula yang tepat waktu siklus lampu lalu lintas tersebut. Seperti yang di simpang Tegalwire. Persimpangan jalan nasional Solo-Semarang dengan jalur lingkar utara serta jalan Tape itu sempat menimbulkan kepadatan kendaraan.
Pada saat jam sibuk, sekitar pukul 06.00 WIB, kendaraan dari arah utara (Jalur lingkar) kendaraan yang berhenti mengular hingga ratusan meter. Sedangkan dari arah Solo ke Semarang dan sebaliknya, tak sampai menimbulkan kepadatan.
“Untuk sementara ini, di simpang Tegalwire diberlakukan tiga fase. Nyala hijau dari arah Solo-Semarang berlangsung selama 48 detik. Sedangkan nyala hijau untuk belok kanan ke jalan Prof Soeharso selama 14 detik. Fase utara dan Selatan itu satu fase. Hijaunya 23 detik, kemudian dari arah Kota (Barat) hijaunya 48 detik, ke kanannya 14 detik,” kata Kepala Dishub Boyolali, Arief Wardianta usai pengecekan pengoprasian traffic ligt. Senin 4 Desember 2023.
Selama sepekan pihaknya bersama Satlantas Polres Boyolali akan melakukan monitoring. Hal itu untuk mengetahui pengaturan durasi pada lampu lalu lintas ini sudah sesuai atau belum. Seperti aduan kepadatan yang hingga mencapai simpang di alun-alun Lor Boyolali. Dishub akan melihat kepadatan itu berlangsung sepanjang hari atau pada jam pagi saja. Jika hanya pagi saja, maka nyala hijau yang dari arah jalan prof Soeharso akan diperpanjang.
Sedangkan nyala hijau untuk fase lain bakal dikurangi. Atau bisa juga dengan penerapan dari jalan Prof Soeharso ke Jalan Semarang-Solo bisa jalan
” Nah itu makanya kita akan kaji. Misal kiri jalan terus aman, ya kita coba atur secara teknis,” kata Arief.
Arief menambahkan pihaknya juga tengah berupaya untuk mengkonfigurasikan lampu lalu lintas di jalan utama Solo-Semarang mulai dari lampu lalu lintas Tegalwire, sampai lampu lalu lintas perempatan Stadion Pandanaran Boyolali. Dengan bisa mendapatkan formula yang tepat, diharapkan pengendara bisa terus berjalan saat melintasi persimpangan tersebut.
” Dari Tegalwire hijau, sampai di Simpang Soekarjo bisa hijau, lalu sampai di simpang sudirman juga hijau, sampai BK (Simpang SMA BK Boyolali) juga hijau. Jadi pengendara bisa lancar,” tambahnya.
Dia berharap dengan adanya lampu lalu lintas baru tersebut membuat warga semakin tertib lalu lintas dan mengurangi angka laka lantas di Boyolali. (**)