Warga Temukan Benda Purbakala Berupa Dwalajara di Dekat Pengging

Batu purbakalan yang ditemukan warga Dusun Plumutan, Desa Salakan. Temuan yang diduga dwalajara atau saluran air dan dua batu bata merah besar itu ditemukan di pinggir jalan Pengging-Sawit (doc/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Sebuah benda purbakala berupa dwalajara atau saluran air dan dua batu bata merah besar ditemukan warga Dusun Plumutan, Desa Salakan, Kecamatan Banyudono saat menggali saptitank.
Menurut pemilik rumah, Suratman (55), benda arkeologi itu ditemukan sejumlah pekerja, saat membuat sepitank di depan ruko miliknya, yang berada di pinggir jalan Pengging-Sawit.
“Jadi, para pekerja itu kan menggali tanah di depan ruko untuk sepitank sejak Kamis (23 November). Lalu setelah kedalaman sekitar 160 sentimeter lebih itu, pekerja saya menemukan batu memanjang,” jelasnya, Selasa 28 November 2023.
Para pekerja itu sempat menduga temuan itu hanya batu biasa. Karena kondisinya bercampur tanah lumpur. Namun, setelah diperhatikan, bentuknya mamanjang dan ada kepala dengan ornamennya. Lalu di tengah-tengahnya ada cekungan seperti untuk saluran air.
“Terus saya minta dinaikan ke atas, tapi tidak kuat. Lalu patah Setelah diperhatikan bentuknya seperti saluran air ya, selain itu juga ditemukan dua batu bata merah besar-besar. Lalu ada tetangga lewat tahu, dilaporkan ke Disdikbud. Saya mau cuci tidak boleh, kalau boleh ya maunya saya rawat saja di rumah,” imbuhnya.
Pegiat sejarah Boyolali, Kusworo Rahardian mengatakan benda arkeologi di kedalaman 180 sentimeter. Namun, kondisi dwalajara patah menjadi dua lantaran pekerja tak kuat menaikan. Kusworo menyebut dwalajara berukuran panjang 87 sentimeter dengan tinggi bagian talang 20 sentimeter. Sedangkan kedalaman talang atau saluran air 9 sentimeter.
“Kemudian ada bagian ukirnya, memiliki tinggi bagian kepala ukiran bagian lubang 40 sentimeter. Saat ini, benda cagar budaya itu masih disimpan di ruko miliki Pak Suratman, menunggu dari Disdikbud dalam penyelamatannya,” kata Ketua Boyolali Heritage Society (BHS) itu.
Kusworo mengatakan pihaknya mendapat kabar temuan itu dari rekannya pada Sabtu lalu. Dia langsung mendatangi lokasi untuk melihat dan melakukan pendataan sementara untuk dilaporkan ke Disdikbud Boyolali untuk tercatat.
“Kami catat mulai dari dari kronologi penemuan sampai pendataan temuannya. Berupa benda diduga cagar budaya yang mirip dengan talang air berukir atau diduga dwalajara diketemukan saat dilaksanakan penggalian penampungan air limbah.” (**)