Komunitas Kompak Kembali Lakukan Bedah Rumah Tak Layak Huni

FOKUS JATENG-BOYOLALI- Lagi, Komunitas Kompak menggelar kegiatan bedah rumah untuk membenahi rumah warga yang dinilai kurang layak. Pada Kamis 10 November 2022, kegiatan bedah rumah menyasar tempat tinggal milik warga Kembang, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.
Ketua Komunitas Kompak, Budiono atau Gogon Irama mengatakan kegiatan bedah rumah tersebut merupakan kegiatan kesepuluh yang diinisiasi Kompak. Rumah yang dibedah adalah milik keluarga Muhammad Didik (33) dan Kuswati (27), warga Dukuh Mergosari, Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.
“Hari ini melanjutkan bedah rumah disaksikan anggota DPRD Boyolali, Muspika Gladagsari, Pemerintah Desa Kembang serta tokoh masyarakat kampung dan dari Koramil serta Polsek,” katanya.
Dia menjelaskan alasan digelarnya kegiatan bedah rumah milik keluarga tersebut dikarenakan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan shingga dinilai perlu perbaikan.
“Karena rumah Muhammad didik pekerja tukang buruh batako dan Kuswati yang hanya buruh pabrik ini mulai rontok dan hampir roboh, cuma mendapatkan dana desa sebesar Rp 7 juta,” kata Budiono.
Menurut Budiono, selain kondisi rumahnya yang memprihatinkan, saat ini kuswati harus bolak balik ke dokter untuk kontrol kesehatan anaknya.
“Ya tidak bisa kerja, karena anaknya yang ketiga ini lahir prematur, harus rutin kontrol ke dokter. Untuk anak pertama dan kedua sudah wafat, karena sakit dan lahir secara prematur juga,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Gogon irama, proses bedah rumah sudah memasuki tahap pemasangan atap asbes, karena kondisi cuaca hujan pihaknya menargetkan 15 hari kedepan rehab rumah rampung.
“Dengan dana Rp 7 juta itu ya belum cukup, kemudian kekurangannya di serahkan ke Komunitas Kompak. Maka kami pun mengalang dana selama enam bulan dan baru terkumpul pada 29 Oktober kemarin. Lalu melakukan bedah rumah ke 10 ini, ” imbuhnya.
Budiono mengatakan proses pembangunan rumah juga didukung oleh komunitas atau organisasi masyarakat lainnya seperti Payb, Rempala, Helpid heand, warga sekitar dan sebagainya.
Sementara itu pemilik rumah, Muhammad Didik mengaku sangat senang dengan adanya program tersebut. “Kami berterimakasih untuk semuanya yang sudah mendukung bedah rumah ini,” kata dia. (ist)