Kasus DBD Meningkat, 3 Warga Boyolali Meninggal Dunia

Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali terus menggerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta fogging di daerah terpapar (yull/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Boyolali mengalami penambahan, tercatat ada 172 kasus DBD. Selain itu ada tiga kasus kematian akibat nyamuk aedes aegypti ini.
“Sampai saat ini ada 172 kasus dengan angka kematian tiga orang. Tentu menjadi kewaspadaan karena sudah ada kasus kematian. Tiap ada laporan kami tindak lanjuti dengan PE (Penyelidikan Epidemologi,red). Kebanyakan ini kalau kita tracing dengan PE, tidak semuanya juga positif DBD. Kalau asal semprot bisa membuat nyamuk tambah kebal dan asap mengganggu pernafasan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Puji Astuti, Senin 30 Agustus 2022.
Kasus kematian ini ditemukan di Desa Karangnongko, Mojosongo dan Desa Sambeng, Juwangi. Mengacu pada data Dinkes Boyolali per Juli. Terdapat 427 laporan terkait indikasi DBD yang masuk. Setelah ditindaklanjuti dan dilakulan pemeriksaan. Hasilnya, sebanyak 252 kasus demam dengue, 27 kasus demam sock syndrome, 13 diagnosa lain dan sisanya DBD. Namun, update dari Dinkes, angka DBD naik dari Juli sebanyak 135 kasus menjadi 172 kasus pada Agustus.
Kemudian, puncak kasus DBD terjadi pada Januari dengan 40 kasus. Pada Februari, penambahan kasus melandai 20 kasus. Lalu pada Maret ada 21 kasus, April 25 kasus, Mei 18 kasus, Juni 23 kasus dan Juli 15 kasus, lalu Agustus sekitar 37 kasus.
Sementara pada 2021 terdapat lima kasus kematian akibat DBD. Temuan kasus terbesar di Kecamatan Ngemplak dan Juwangi dengan masing-masing 24 kasus. Sedangkan Kecamatan Nogosari ditemukan 23 kasus DBD.
“Untuk kecamatan dengan zero kasus yakni, Musuk, Tamansari, Selo dan Kemusu,” katanya.
Dijelaskan masih banyak masyarakat yang panik ketika trombosit darah turun. Padahal bisa jadi diakibatkan penyakit lainnya. Puji mengajak msyarakat lebih aktif untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Hal ini dinilai lebih efektif untuk meminimalisir potensi perkembangbiakan nyamuk aides aigepty. (*)