Dinkes Boyolali Masuk Vaksinasi Ke-3, Ini Sasaran yang Akan Divaksin

Hanya Tenaga kesehatan (nakes) yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat saja yang akan disuntik vaksin tahap ke 3, (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Hanya Tenaga kesehatan (nakes) yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat saja yang akan disuntik vaksin tahap ke 3, ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina., Senin (2/8/2021).

“Untuk vaksin jenis Moderna ini. Dari Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan Provinsi sudah menyampaikan Juknisnya (petunjuk teknis) serta meminta data berapa nakes yang menjadi sasaran untuk (vaksin) dosis ketiga,” katanya.

Menurut Ratri, vaksin dosis ketiga dengan jenis Moderna memang berbeda dengan jenis vaksin sebelumnya, yakni Sinovac dan AstaZeneca.

WHO justru merekomendasikan untuk vaksinasi dengan dua jenis vaksin yang berbeda dapat meningkatkan efektivitas. “Beberapa negara yang lain juga sudah melaksanakan ini, menggunakan dua jenis vaksin yang berbeda,” ujarnya.

Terkait vaksinasi para nakes, pihaknya sudah melakukan pendataan nakes yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Sedikitnya 4.000 Nakes mulai dari rumah sakit, Puskesmas, Klinik, Praktek Dokter dan lainnya yang diusulkan mendapatkan vaksin dosis ketiga.

“Nakes yang bekerja di Dinas Kesehatan itu nanti malah tidak mendapatkan alokasi vaksin, jadi hanya Tenaga kesehatan (nakes) yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat saja yang akan disuntik vaksin ini,” ujarnya.

Dengan prioritas tersebut, Ratri berharap masyarakat dapat memahami, mengingat beban para nakes lebih tinggi sehingga harus mendapatkan perlindungan yang lebih dibanding kelompok masyarakat umum. “Jika Nakes ini tumbang otomatis tentu akan merugikan masyarakat karena berdampak langsung terhadap penanganan pasien Covid-19.

Disebutkan selama bulan Juli lalu, dari sekitar 2.000 Nakes di Boyolali, lebih dari 25 persennya terpapar Covid-19. Sehingga sempat mengalami kevakuman dibeberapa pelayanan.

“ Memang ada beberapa Puskesmas yang menutup pelayanannya atau mengurangi pelayanan untuk rawat inapnya, karena posisi untuk ketenagaanya itu kurang karena banyak yang kena Covid-19, harus isolasi,” jelasnya.

Beruntung, seluruh Nakes di Boyolali telah divaksin Covid-19, sehingga tingkat keparahan penderita Covid-19 dapat dikurangi. Sehingga dari 25 Nakes yang terpapar Covid-19 itu, hanya 3 nakes yang meninggal dunia. Untuk itu, sebagai pelindungan maksimal terhadap nakes dengan memberikan vaksin Covid-19 tahap ke 3.

“ Dengan resiko yang harus mereka terima karena memberikan pelayanan, maka harus diberikan perlindungan lebih,” pungkasnya.