PENGENALAN BUDAYA AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN IAIN SURAKARTA DI ERA PANDEMI

PBAK 2020 IAIN Surakarta (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-SURAKARTA-Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Rabu-Sabtu (23-26/9/2020) menggelar kegiatan akademik Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2020 secara online.
“Tidak kurang dari 4.193 mahasiswa baru mengikuti PABK beda dengan tahun sebelumnya, kali ini digelar secara daring dari kediaman masing-masing,” kata Ketua panita PABK 2020, Nurul Ahmad.

Dijelaskan, PBAK 2020 IAIN Surakarta juga dihadiri oleh 320 mahasiswa pendamping atau mentor, dimana 160 mentor melakukan secara daring dengan menggunakan via zoom dan youtube. Sisa dari jumlah tersebut, mengikuti PBAK 2020 secara offline di Graha IAIN Surakarta.

“Protokol kesehatan tetap diterapkan oleh panitia dan mahasiswa pendamping yang melaksanakan PBAK 2020 secara online. Seperti, jaga jarak dan panitia menyediakan masker dan handsanitizer kepada semua panitia dan mahasiswa pendamping,” imbuhnya.

Rektor IAIN Surakarta,Prof.Dr.H.Mudhofir,M.Pd berharap seluruh mahasiswa baru agar membulatkan tekad menjadi mahasiswa IAIN Surakarta dan bersumpah untuk berjihad dan belajar ilmu seluas-luasnya. Menjadi mahasiswa berarti memiliki kebebasan untuk memilih masa depan, Sebuah bekal yang akan membawa perubahan untuk menggantikan para pemimpin yang duduk hari ini.

“Dengan demikian mahasiswa IAIN harus memiliki pandangan dunia yang elit dan strategis yang dipercaya oleh masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan, memimpin, dan menjadi agen perubahan di masyarakat,”ujarnya.

Materi keindonesiaan yang pertama adalah Dr. Ngatawi Al-Zastrouw atau Kang Sastro yang merupakan seorang budayawan. Materi disampaikan secara virtual menggunakan via zoom. “Indonesia merupakan suatu entitas yang terdiri dari berbagai keberagaman, sosial, politik dalam berbagai bidang”.

Berkait Nusantara yang menggambarkan cultural.Kang Sastro juga menjelaskan mengenai intoleransi, gerakan liberal-rasional, liberalisme, kearifan lokal sebagai modal sosial. “Kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia juga tercermin dalam pancasila. Kearifan lokal ini juga memiliki nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai nasionalisme, nilai persatuan, nilai keadilan sosial,”ujarnya.

Agenda Ormawa Fest dan UKM Fire merupakan acara puncak dari PBAK 2020. Dalam Ormawa Fest, masing-masing ketua ormawa akan mempresentasikan ormawanya dilengkapi dengan orasi. Sementara itu dalam UKM Fire, para ketua masing-masing UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan UKK (Unit Kegiatan Khusus) akan mempresentasikan mengenai UKM-nya.

“Tujuan dari agenda ini agar para mahasiswa baru dapat mengenal dan mengetahui apa saja ormawa dan UKM serta UKK yang ada di lingkungan IAIN Surakarta sehingga dapat memberikan gambaran ormawa atau UKM yang sesuai dengan minat dan bakatnya,” imbuh ketua paniti Nurul Ahmad.

“Semoga dengan diadakannya PBAK 2020 ini dapat menambah wawasan para mahasiswa baru terkait budaya akademik yang ada di IAIN Surakarta sekaligus menambah kecintaannya pada IAIN Surakarta,” ujar Afifah salah satu paserta.