Pandemi Covid-19, Tiga Jenis Pajak di Boyolali Alami Penuruan Realisasi

Selama pandemi Covid-19, pengunjung Umbul Pengging, Boyolali sepi. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Imbas pandemi Covid-19, realisasi penerimaan tiga jenis pajak mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Kasubbid Penagihan, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali Rahmat Hidayat Darsono mengatakan, ada tiga sektor pajak yang realisasi penerimaannya merosot dibandingkan 2019 lalu, yaitu pajak parkir, pajak restoran, dan pajak tempat hiburan.

Untuk pajak dari restoran tahun 2019 lalu, realisasi penerimaan pada periode Januari-Juli bisa mencapai RP Rp 2,1 Miliar. Sedangkan, dari sektor hiburan, bisa meraup pajak sebesar Rp 81,7 juta.

“Pajak dari parkir juga sangat besar. Pendapatan dari parkir di wiyah kabupaten Boyolali bisa tembus 1,1 miliar rupiah selama periode tersebut,” kata Hidayat, Minggu (30/08/2020).

Kondisi tersebut berbalik arah, sejak pandemi Covid-19 ini mewabah di Indonesia, perlahan pendapatan dari ketiga sektor langsung merosot. Pajak restoran turun 50 persen menjadi hanya Rp 1,1 Miliar.

Selanjutnya pajak hiburan juga mengalami nasib yang sama. Selama peridoe Januari-Juli, realisasi pendapatan pajak hiburan hanya menyentuh Rp 48,7 juta.

“Pajak parkir dari semula mencapai 1,1 miliar. Sampai dengan juli lalu hanya bisa tembus 603,9 juta saja,” kata Hidayat.

Beruntung, meski ketiga sektor itu turun, namun pajak bumi dan bangunan (PBB) bisa meningkat. Dari Rp 17,5 M di periode Januari-Juli, meningkat menjadi Rp 26,8 miliar pada perode yang sama. “Sehingga bisa menutup kekurangan realisasi pendapatan dari sektor pajak daerah ini,” katanya.

Pihaknya berharap, wabah virus corona dapat cepat berlalu agara realisasi penerimaan pajak di Boyolali tidak semakin merosot. “Pandemi Covid-19 ini membuat restoran, tempat hiburan, dan parkir merosot demi mencegah penularan. Imbasnya mereka mengalami penurunan omzet yang juga menyebabkan berkurangnya penerimaan daerah dari sektor pajak,” pungkasnya