Begini Pendapat Seno Kusumoarjo Terkait Potensi Calon Tunggal Pilkada Boyolali

Sesepuh Boyolali Seno Kusumoarjo (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – BOYOLALI – Sesepuh masyarakat Boyolali, Seno Kusumoarjo menanggapi seputar pasangan M Said Hidayat-Wahyu Irawan yang saat ini ramai menjadi perbincangan warga Boyolali.

Seperti diketahui, pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan ini berpotensi akan menjadi calon tunggal, bahkan diperkirakan bakal melawan kotak kosong, karena pada Pilkada Kabupaten Boyolali pada Desember mendatang belum mendapatkan calon kuat sebagai tandingan. Pasangan ini telah mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP bahkan telah mendapatkan dukungan lima partai politik lainnya, yaitu Partai Golkar, PKB, Gerindra, PPP dan Nasdem.
Seno Kusumoarjo menilai hal itu suatu yang biasa saja dan tidak ada yang aneh. Saat ini pasangan Said dan Iwan ini telah mendapatkan dukungan 5 parpol, hanya menyisakan PKS yang hanya mendapatkan 3 kursi. Menurutnya, dengan dukungan PDIP saja yang memiliki 35 kursi di parlemen, pasangan ini sudah mendapat peluang besar sebagai pemenang.

“Akan tetapi yang penting itu justru sekarang saya menekankan, baik kepada teman-teman pendukung, khususnya jajaran PDIP dan partai-partai pendukung lainnya, juga disebelah sana mungkin teman-teman yang tidak mendukung dengan calon PDIP, ayolah kita selenggarakan Pilkada di Boyolali ini tetap dengan suasana rukun, tenang, kondusif. Dan yang lebih penting saling menjaga agar kegiatan Pilkada ini tidak memunculkan klaster-klaster Covid-19 yang baru di Boyolali,” kata Seno Kusumoarjo, Senin (17/8/2020).

Seno pun optimis pasangan calon yang diusungnya akan bisa memenangkan Pilkada mendatang melawan kotak kosong. Meski demikian, tingkat kehadiran masyarakat dalam mengikuti Pilkada 9 Desember 2020 mendatang ditargetkan juga tinggi, melebihi Pileg dan Pilpres tahun lalu.

“Yang kita targetkan itu malah tingkat kehadirannya, kalau bisa ya kita capai diatas 80 persen. Tapi saya optimis, akan tinggi kehadirannya, saya menganggap ya, kalau bisa ya tembus 82 persen, tetapi 77 persen itu pasti. Kalau target kemenangan, berapapun menang. Istilahe Ora ngoyo banget. Kita santai, tidak nyepeleke, tapi santai untuk menjaga agar suasana politik di Boyolali, Pilkada ini kondusif,” imbuh sesepuh masyarakat Boyolali.

Sementara itu Ketua DPC PDIP Boyolali, S Paryanto, mengungkapkan telah merancang sejumlah strategi untuk memenangkan Pilkada 2020. Lebih dari itu juga untuk menggerakkan masyarakat, sehingga tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Boyolali akan tinggi.

“Tim-tim sudah kita siapkan, termasuk ada regu penggerak pemilih. Itu nanti yang akan mendorong warga datang ke TPS. Sehingga perolehan suara kita tidak hanya bicara signifikan, tapi yang paling penting tingkat kehadiran itu memang bisa lebih banyak targetnya dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.