Diduga Keracunan, Ratusan Warga Desa Tlogolele Selo Boyolali Periksa ke Puskesmas

Warga Desa Tloglele, Kecamatan Selo, Boyolali memeriksakan kesehatan di Puskesmas Selo, Minggu 22 September 2019. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Ratusan warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali harus memeriksakan diri ke Puskesmas Selo, karena mengalami mual, pusing, muntah dan diare. Di duga mereka mengalami keracunan setelah menyantap hidangan yang disajikan di salah satu kegiatan desa setempat.

“Pasien yang kami tangani untuk rawat jalan dari warga Desa Tlogolele sebanyak 298 orang. Yang dari luar wilayah (Tlogolele), dari Kecamatan Dukun (Kabupaten Magelang) 24 orang. Semuanya sudah ditangani,” kata Aris Prasetyo Kepala Subag TU Puskesmas Selo melalui telepon selulernya.

Dijelaskan, warga mulai merasakan gejala mual, muntah dan diare pada Jumat (20/9/2019) siang dan ditangani oleh bidan desa setempat. Kemudian pada Sabtu (21/9/2019) pagi, semakin banyak warga yang memeriksakan kondisi kesehatannya dengan gejala yang sama.

“Kemudian tim dari Puskesmas Selo dan Dinas Kesehatan Boyolali turun ke lapangan (Desa Tlogolele),” imbuh dia.
Para petugas medis langsung melakukan pengobatan kepada para pasien. Selain petugas Puskesmas Selo, dari 119 Dinkes Boyolali, juga dibantu relawan desa KLM dan TSD Desa Tlogolele, didukung Pemda dan perangkat daerah termasuk TNI/Polri.

Hingga Minggu (22/9/2019) pagi tadi, masih ada warga yang memeriksakan kondisi kesehatannya.
Sebanyak 17 pasien kemudian dirujuk ke Puskesmas Selo dan RS Muntilan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sedangkan ratusan pasien lainnya menjalani rawat jalan. “Obat-obatan terpenuhi dan pembiayaan gratis,” tandas dia.

Menurut Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra, kejadian itu diduga karena keracunan makanan yang disajikan saat pengajian akbar pada Kamis (19/9). Saat itu pengunjung diberi sajian nasi dengan mi dan lauk ayam.

“Juga ada sajian makanan kecil seperti, bakpia, kacang atom, tahu bakso dan minuman tehgelas,”katanya.

Akan tetapi, keesokan harinya atau Jumat (20/9), sedikitnya 10 warga mengaku mengalami mual-mual, diare hingga muntah dan pusing. Sehingga pada keesokan harinya mereka berobat ke bidan desa setempat . Atas kondisi tersebut, bidan desa melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Tlogolele , Puskesmas Selo dan Dinkes Boyolali. Akhirnya diputuskan untuk didirikan posko kesehatan di desa setempat. Hingga kemudian sebanyak 10 orang dirujuk ke Puskesmas Selo.

“Dan tujuh lainnya ke RSU Muntilan. Saat ini masih menjalani perawatan. Mayoritas yang terkena adalah ibu- lbu.”
Petugas Puskesmas bersama jajaran terkait, lanjut dia, juga sudah datang ke lokasi. Selain itu melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap pasien, juga mengambil sampel makanan. “Kami masih menunggu hasil uji lab di Semarang.”

Anggota DPRD Boyolali asal Selo, Bowo Hartono mengaku, pihaknya juga sudah mengetahui kejadian tersebut. Bahkan, dia juga langsung memantau kondisi para korban. Baik yang menjalani rawat jalan maupun yang dirawat di rumah sakit dan Puskesmas.

“Mengenai penyebabnya,kami belum berani menyimpulkan karena masih menunggu pemeriksaan tim kesehatan. Termasuk hasil uji lab Semarang,” pungkasnya.