TNI Gadungan Ini Perdayai 17 Perempuan dalam Tiga Bulan, Begini Aksinya saat Digelar Polres Boyolali

Tersangka mengaku anggota TNI yang memperdayai 17 perempuan ditetapkan tersangka oleh Polres Boyolali, Kamis 12 September 2019. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Kepolisian Resort Boyolali berhasil meringkus TNI gadungan, yang dalam rentang tiga bulan sebanyak 17 perempuan yang menjadi korbannya.

Pria lulusan SMP bernama Sudiyar alias Beni (32), warga Dukuh/Desa Ngadirgo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, berhasil ditangkap jajaran petugas setelah sejumlah wanita melapor telah menjadi korbannya.

Dihadapan polisi, tersangka mengaku sebanyak tujuh orang korbannya berasal dari wilayah Boyolali, 10 orang lainnya berasal dari wilayah Semarang. Rata-rata korban merupakan perempuan lajang dan janda. Dari 17 korban tersebut, tersangka membawa kabur 17 sepeda motor korban.

Dari pengakuan tersangka diketahui aksi penipuan ini dilakukan sejak bulan Mei 2019 kemarin. Modusnya, tersangka berkenalan dengan para korban melalui media sosial (Medsos) yang kemudian dilanjut dengan video call.

Dalam aksinya, tersangka yang sehari-hari menganggur alih-alih kerja serabutan ini, mengaku sebagai anggota TNI yang bertugas di wilayah Pekalongan. Untuk menguatkan aksinya, tersangka memasang kaos loreng yang dibelinya di pasar agar memberi kesan sebagai anggota TNI saat melakukan video call dengan calon mangsanya.

“Biasanya 3-4 hari kenalan dan hubungan lewat Medsos, dilanjutkan ketemuan,” ungkap tersangka, Kamis (12/9/2019).

Modus selanjutnya, saat kencan dengan korban yang seringkali dilakukan di rumah makan, tersangka meninggalkan korban dengan berbagai alasan seperti hendak buang air kecil. Saat pergi itulah, tersangka membawa motor korban dan membawanya kabur meninggalkan korban di warung makan.

“Dari laporan-laporan korban itu, kami tindak lanjuti dan setelah di lakukan penyelidikan, akhirnya aksi tipu-tipu yang dilakukan tersangka berhasil dihentikan petugas,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro.

Dijelaskan, tersangka berhasil ditangkap petugas, saat berada di kawasan ruko Kartasura, Sukoharjo.
Sementara itu, belasan motor yang dibawa kabur oleh tersangka,digadaikan antara Rp 2 juta-2,5 juta per unit. Uang hasil gadai motor tersebut menurut pengakuan tersangka dihabiskan untuk berjudi dadu.

Atas perbuatannya, tersangka kemudian dijerat dengan Pasal 372 Junto 378 tentang penipuan dan diancam hukuman lima tahun penjara. Terkait kejadian ini, Kapolres Kusumo menghimbau agar masyarakat, khususnya wanita, agar tidak mudah terbujuk rayu terutama oleh orang yang baru dikenal melalui Medsos.