RSUPA Boyolali Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing

Operasi bibir sumbing yang digelar RSUPA Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Rumah Sakit Umum Pandan Arang (RSUPA) Boyolali menggelar agenda bakti sosial. Acara berupa operasi bibir sumbing dan langit-langit ini  dihelat dalam dua hari  yakni  Jumat-Sabtu (30/1-1/12) di ruang operasi setempat. Sebanyak 17 pasien terdaftar dan mengikuti acara yang diselenggarakan rumah sakit kebanggaan di Boyolali ini.

Direktur RSUPA, Siti Nur Rokhmah Hidayati menyampaikan terima kasih atas kerjasama dari berbagai pihak hingga mampu menyelenggarakan acara ini.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat, kami berharapa acara ini bisa berkelanjutan tidak hanya sekali ini, mudah-mudahan di waktu yang akan datang dapat kita laksanakan untuk membantu masyarakat Boyolali dan sekitarnya,” ujarnya singkat.

Sementara Ketua Umum Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial (PABMI), Muhammad Syafrudin Hak menjelaskan bahwa kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI Agustus yang lalu. Pihaknya telah melakukan operasi bersama di seluruh Indonesia mulai dari Sulawesi Utara, kemudian Makassar, Medan, Jakarta di beberapa tempat, sampai di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Bukan dari jumlah akan tetapi dari pada saat yang bersamaan di 17 rumah sakit pada saat itu. Jadi kami tidak memfokuskan jumlah, tetapi kualitas mutu kita pertahankan dalam tindakan operasi,” ujarnya.

Ditambahkan pula olehnya, di waktu yang bersamaan antar hari dan jam yang sama, pihaknya telah mengerjakan operasi dengan total 250 pasien. Diantaranya terdapat 17 pasien yang ditangani oleh sekitar 10 orang petugas medis saat operasi.

Kegiatan tersebut juga menorehkan rekor bagi RSUPA dengan diraihnya piagam Rekor Dunia Indonesia dalam kategori Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit Mulut Pasien Terbanyak bersama sejumlah rumah sakit lainnya. RSUPA bersama beberapa rumah sakit di tanah air diantaranya RSUD Kota Yogyakarta, RSUD Anuntaloka Parigi Sulteng, RS Siloam Karawaci dan lainnya.

Salah satu warga yang mengikuti operasi, Semiyati yang ikut mendaftar guna pengobatan di bibir pada buah hatinya Fajar Aditya Saputra yang masih berusia 4 bulan. Dia mengetahui ada kegiatan operasi bibir sumbing ini melalui bidan desa di Desa Salakan; Kecamatan Teras.

“Saya ikut biar anak saya dapat normal kembali,” pungkasnya.