PERPAJAKAN DAERAH: Pendapatan PBB-P2 Kabupaten Boyolali Lampaui Target

Pelayanan PBB-P2 di kantor BKD Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Boyolali dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) 2018 cukup menggembirakan. Sebab, pendapatannya pada tahun ini dapat melampaui target, yakni Rp 31,5 miliar.

Hingga saat ini penerimaan PBB-P2 sudah tembus Rp 39 miliar lebih. Realisasi penerimaan pajak itu bisa dibilang sangat siginifikan selama bulan Oktober lalu. Sebab, pada akhir September lalu, capaian PBB-P2 baru Rp 24,7 atau hanya 60,08 persen dari target yang ditentukan.

Kepala Bidang Pajak Daerah, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali, Fara Soraya Devianti masih belum puas dengan capaian itu. Pihaknya pun masih terus meningkatkan perolehan pajak dari wajib pajak.

“Memang sudah melebihi target. Tapi kami tetap membuka pembayaran pajak dari masyarakat,” terangnya Selasa 13 November 2018. Dia mengaku masih ada beberapa wajib pajak yang belum menunaikan kewajibannya membayar pajak.

BKD akan terus mengoptimalkan pencapaian PBB-P2 tahun 2018 hingga mencapai target yang ditentukan. Camat akan dikumpulkan. Camat diminta untuk mengajak kepala Desa/Lurahnya untuk menggiatkan petugas pungut untuk mengoptimalkan capaian PBB-P2 di wilayahnya.

Apalagi, dari tahun ketahun, jumlah piutang terhadap WP terus meningkat. Karena memang, WP yang belum membayar pajak masuk kedalam piutang Negara. Pada tahun 2013 saja, Piutang terhadap WP PBB-P2 ini mencapai Rp 1,5 M. kemudian, tahun 2014 sebesar Rp 1,4.

Piutang WP tambah besar pada tahun 2015. Tunggakan pembayaran PBB-P2 tahun 2015 tembus Rp 6,8 M yang dan Rp 6,5 M ditahun 2016. “ Terakhir pada tahun 2017, piutang PBB-P2 sebesar 7,4 miliar,” papar dia.