Populasi Rusa dari Istana Kepresidenan Bogor di Rumdin Bupati Boyolali Bertambah

Rusa totol di rumdin bupati boyolali

Indukan rusa totol di kompeks Rumdin Bupati Boyolali melahirkan Rabu 24 Januari 2018. (Dok. Diskominfo Boyolali/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – BOYOLALI – Keberadaan rusa totol (Axis-axis.sp) di taman komplek Rumah Dinas Bupati Boyolali semakin menarik perhatian warga. Setiap sore, tak jarang warga berkunjung menyaksikan keberadaan rusa diperoleh dari Istana Kepresidenan Bogor tersebut. Dari semula enam ekor, kini telah menjadi delapan ekor karena telah beberapa kali melahirkan.

Terbaru pada Rabu 24 Januari 2018 sekitar pukul 14.30 WIB telah lahir seekor lagi yang menambah jumlah populasi hewan di tempat tersebut.

“Hibah rusa dari Istana Bogor sebanyak enam ekor dengan 4 betina dan 2 jantan, dan tadi baru saja melahirkan satu ekor lagi di taman Rumdin Bupati Boyolali” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Totok Eko Y.P.

Selanjutnya Totok menambahkan, rusa betina tersebut telah melahirkan tiga kali namun ada satu ekor yang mati. Ditempatkannya hewan mamalia di kawasan Rumah Dinas Bupati Boyolali tersebut selain untuk konservasi juga sebagai media pengenalan dan pembelajaran bagi warga masyarakat.

“Selain untuk konservasi juga untuk mengenalkan warga bahwa masih terdapat hewan tersebut dan dapat dikembangbiakkan,” imbuh Totok.

Atas koordinasi yang baik, kabar kelahiran rusa tersebut ditindaklanjuti petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali. Para dokter hewan dan tim kesehatan hewan (keswan) di OPD tersebut berupaya memberikan perawatan dan perhatian kepada bayi rusa yang baru saja dilahirkan.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali, Juwaris di ruang kerjanya. Petugas keswan oleh Juwaris juga diminta untuk sekaligus menyiapkan vitamin dan gizi untuk rusa tersebut. Ke depan Juwaris berharap selain kesehatan agar memperhatikan pakan hewan-hewan tersebut.

Sebagai informasi selain keberadaan rusa di taman tersebut akan diberi peliharaan burung. Saat ini sudah ada dome [sangkar berbentuk kubah besar] yang telah disiapkan.

“Tahun ini telah dianggarkan sekitar Rp 70 juta untuk pengadaan burung yang ditempatkan di dome dan sangkar karantina jika ada bjrung yang sakit,” tandas Juwaris.