Ciptakan Boyolali Bersih dari Narkoba, BNNP Sosialisasikan P4GN

Sosialisasi dengan tema Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) digelar di Ruang Wijayakusuma Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali, Kamis 28 September 2017. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – BOYOLALI – Gencar dalam pencegahan penyalahgunaan dan penyebaran narkotika dan obat berbahaya (narkoba), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah gelar sosialisasi di Boyolali.

Sosialisasi dengan tema Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) digelar di Ruang Wijayakusuma Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali, Kamis 28 September 2017.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengethaun akana bahaya zat adiktif bagi 100 peserta yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat di Boyolali. Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjend Pol Tri Agus Heruprasetyo menerangkan Indonesia sudah darurat narkoba. ang terbebas dari permasalahan penyalahgunaan narkotika.

”Tidak ada satu wilayahpun di Indonesia yang terbebas dari permasalahaan penyalahgunaan narkoba,” terangnya.

Masalah tersebut muncul dikarenakan wilayah Indonesia dianggap mudah untuk memasukkan narkoba oleh para bandar dan jaringan internasional. Agus juga menambahkan data, pada tahun 2017 ini telah terjadi 432 kasus 597 tersangka yang diantaranya terdapat lima tersangka berasal dari Negara asing.


Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat yang hadir dalam sosialisasi tersebut sangat mendukung upaya BNNP dalam menekan jumlah pengguna penyalahgunaan narkoba khususnya di Boyolali. Wabup Said juga berharap angka penyalahgunaan narkoba di Boyolali dapat diminimalisir. Hal ini terkait dengan jumlah penyalahgunaan yang terus meningkat dari tahun 2012 hingga 2017.

”Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap agar peran serta masyarakat sehingga angka penyalahgunaan narkotika di Boyolali dapat turun, syukur – syukur bisa hilang. Mari kita ciptakan Boyolali bersih narkoba,” ungkap Wabup.