Polres Sragen Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras. Ini Jenisnya…

Ungkap kasus peredaran obat keras oleh Polres Sragen, Selasa 26 September 2017. (Huriyanto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SRAGEN – Jajaran Polres Sragen berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras di tengah masyarakat. Pengungkapan kasus ini setelah Satres Narkoba melakukan penyelidikan lebih mendalam. Hasilnya, ribuan obat keras jenis Trixexypinidil tersebut terbilang terindikasi palsu.

”Jadi untuk salah satu obat jenis Trihexypenidil ini diindikasikan oleh ahli adalah palsu. Artinya meskipun itu sudah termasuk obat keras, namun berdasarkan pengamatan empiris dari pembungkusan dan ciri ciri barang, ini diklarifikasikan palsu,” kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Selasa 26 September 2017.

Penemuan itu menjadi catatan khusus untuk pengembangan kasus lebih lanjut terkait produksi dari obat-obatan keras. Pihaknya berhasil mengungkap dua kasus dalam peredaran obat keras jenis Tramadol dan Trixexypinidil.

Salah satunya diungkap melalui jaringan media sosial (medsos) Facebook yang berhasil menangkap tiga tersangka, Heri Anang Yulianto (26 ), Endri Suparno (23) dan Tri Aristanto (26) di lokasi kejadian Dukuh Tlebengan, Kelurahan Sragen Tengah.


Dari tiga tersangka tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa Tramadol sebanyak 1.500 kapsul, Trixexypinidil sebanyak 20 ribu butir dan Riklona tiga butir. Selain itu, Satres Narkoba juga berhasil menangkap dua tersangka dalam kasus yang sama, Arip Mustakim alias Khetip (24) warga Gondang dan Indaryanto alias Genjik (21) warga Sambungmacan Sragen. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan berupa 880 butir Trihexypenidil dan 50 Tramadol serta uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 1.470.000.

Kasus lain yang diungkap, lanjut Kapolres, adalah pencurian dengan pemberatan oleh Polsek Masaran. Yakni pembongkaran sebuah minimarket STC di Desa Jirapan dan pencurian handphone di Masaran.

Salah satu tersangka yang ditangkap, Kusdi Purnomo alias Medel (36) warga Solo, merupakan seorang residivis yang telah melakukan tindak pidana pencurian di beberapa daerah di Solo dan Karanganyar.