KPPU Dalami Kemungkinan Kecurangan PT IBU

ilustrasi (/Fokusjateng.com)

ilustrasi

FOKUS JATENG – SOLO – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) masih mendalami kemungkinan adanya kecurangan yang dilakukan PT Indo Beras Unggul (IBU) dalam produksi dan penjualan produk beras yang digerebek beberapa waktu lalu.



Ketua KPPU M. Syarkawi Rauf mengatakan, pasca penggrebekkan Gudang PT IBU oleh Tim Satgas Pangan Bersama KPPU, Kementrian Pertanian, Kementrian Perdagangan dan polisi, pihaknya masih mendalami kemungkinan kecurangan dan penyalagunaan penguasaan pasar yang dilakukan produsen beras premium tersebut.

“Ada dua hal yang kami fokuskan untuk dalami lagi dalam kasus ini. Pertama, apakah ada kecurangan di penetapan biaya produksi sehingga menyebabkan persaingan tidak sehat di pasar. Kedua, apakah ada praktek monopoli yang dilakukan perusahaan kemudian menyalahgunakannya untuk menentukan harga di pasar yang tinggi,” jelasnya saat ditemui sebelum menghadiri kegiatan Temu Publik : Kemitraan UMKM dan Pengusaha Besar di Balaikota Solo, Senin 24 Juli 2017.

Kecurangan yang dimaksud, lanjutnya, terkait penjualan harga pasar yang dinilai sangat tinggi jika dibandingkan dengan harga beli gabah atau beras dari petani. Apakah harga jual tinggi tersebut memang disebabkan karena ongkos produksi yang tinggi atau tidak. Jika tidak, maka masuk dalam kategori kecurangan. Kemudian terkait monopoli, apakah dengan membeli harga gabah atau beras yang lebih tinggi dari ketetapan pemerintah menyebabkan produsen yang bersangkutan menjadi penguasa pasar atau tidak.

“Karena dengan membeli lebih tinggi, otomatis petani semua menjualnya ke si produsen ini, padahal kapasitas produksinya cukup tinggi. Dan dengan itu apakah mereka menguasai pasar atau tidak, jika ya, apakah ada penyelewengan di sana dalam bentuk penetapan harga pasar yang sangat tinggi atau tidak. Itu yang kami fokuskan,” tandasnya. (tri)